Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti kinerja petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di Jakarta. Menurutnya, mayoritas masyarakat saat ini lebih percaya kepada Damkar.
Hal tersebut disampaikan oleh Pramono Anung sebagaimana yang terlihat dalam video yang dibagikan ulang oleh akun X @Anggajaya26 pada Rabu (16/5/2025).
Dalam cuplikan video tersebut, Pranono Anung secara lugas mengatakan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Damkar sangat tinggi.
"Secara khusus saya ingin memberikan apresiasi yang dilakukan oleh teman-teman Damkar. Menurut saya, sekarang ini tingkat kepercayaan publik tertinggi itu ada di Damkar," ucap Pramono Anung.
Ia lantas menyebutkan beberapa contoh pekerjaan yang turut dilakukan oleh Damkar. Tak hanya memadamkan api, namun saat ini publik lebih sering memanggil Damkar dalam segala situasi, bahkan untuk melerai pasangan suami istri yang bertengkar.
"Suami istri berantem? Damkar. ATM jatuh? Damkar. Kucingnya terselip? Damkar," tambahnya.
Kepercayaan masyarakat kepada Pemadam Kebakaran sontak dipuji oleh Pramobo Anung.
"Artinya, bukan karena Damkarnya pinter berkomunikasi. Menurut saya bukan, tetapi karena memang bekerjanya dengan hati. Kita bersyukur masih ada Damkar nih," imbuhnya.
Tak sedikit pula publik yang setuju dengan pendapat Pramono Anung, bahwa Damkar kini memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.
Baca Juga: Pramono Ajak Gowes 400 Pesepeda Sabtu Pekan Ini, Tutup Jalan hingga Naik JLNT
"Saya sepakat mas @pramonoanung, Damkar lah yang dipercaya sekarang oleh rakyat," tulis pemilik akun dalam keterangan pada videonya.
Saat ditelusuri, rupanya Pramono Anung pun turut menaikkan gaji Damkar di Jakarta sebanyak lebih dari Rp 1 juta. Kenaikan gaji ini dinilai pantas jika melihat kinerja para petugas Pemadam Kebakaran.
"Jadi memang pantas kalau gajinya dinaikin satu juta," ucapnya lagi.
Sebelumnya, gaji petugas Pemadam Kebakaran mengikuti Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2025, yaitu sebesar Rp 5,3 juta per bulannya.
Dengan adanya kenaikan gaji tersebut, maka gaji petugas Pemadam Kebakaran kini menyentuh angka Rp 6,4 juta per bulan. Nominal yang lebih tinggi dibandingkan UMP Jakarta 2025. Secara khusus, kenaikan gaji ini berlaku bagi petugas operasional PJLP.
Lebih lanjut, selain bentuk apresiasi, kenaikan gaji tersebut juga berkaitan dengan risiko yang harus dihadapi oleh para anggota Pemadam Kebakaran di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Ajak Pegawai Kemensos Naik Kendaraan Umum hingga Sepeda Sekali Sepekan
-
Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes
-
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat KI, Lindungi Warisan Budaya Bali
-
Ketahuan Saat Bayar Utang! Begini Kronologi Penangkapan Mahfud Dukun Pengganda Uang Asal Cianjur
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Gugur dalam Misi Perdamaian PBB, Ini Rincian Penghormatan dan Santunan untuk 3 Prajurit TNI
-
Naik 500 Persen! Program KNMP Sukses Ciptakan Belasan Lapangan Kerja Baru di Wilayah Pesisir
-
Kemensos Desain Ulang Pola Kerja untuk Efisiensi dan Produktivitas Digital