Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belakangan ini tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya mengenai program barak militer untuk siswa bermasalah di Jawa Barat viral.
Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa program barak tersebut akan dikhususkan bagi anak-anak yang melakukan kenakalan dalam kategori tindak kriminal.
Ia mengatakan bahwa masalah kenakalan remaja sudah seharusnya menjadi tanggung jawab negara. Oleh karena itu, aturan barak militer bagi siswa nakal akan menjadi salah satu cara untuk mengembalikan jati diri dan pola disiplin.
Meski begitu, siswa yang ingin mengikuti program barak militer ini tetap harus mendapatkan persetujuan dari orang tua. Walau terdengar sedikit menyeramkan, Dedi Mulyadi menegaskan jika program ini bukanlah pola pendidikan perang.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga mengusulkan agar para pelajar berjalan kaki ke sekolah. Ajakan tersebut disampaikannya ketika menerima kunjungan para murid dari SMPN 1 Panawangan.
Pertemuan itu sendiri merupakan bentuk tanggapan Dedi Mulyadi usai viralnya video yang memperlihatkan sejumlah murid sekolah tersebut berjalan kaki bersama sepulang sekolah.
Menurut Dedi Mulyadi, cara ini bisa dijadikan alternatif untuk mengusung gaya hidup sehat di kalangan generasi muda.
"Himbauan untuk jalan kaki ke sekolah atau naik sepeda bagi mereka yang jaraknya masih bisa ditempuh dengan jalan kaki dan bersepeda," katanya.
Hal ini juga terlihat dalam sebuah video yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @lambegosiip. Seorang ibu tampaknya merekam momen ketika pelajar SMP berbondong-bondong berjalan kaki.
Baca Juga: Bonnie Triyana Kritik Telak Dedi Mulyadi: Tak Semua Masalah Harus Diselesaikan Tentara!
Video itu memiliki keterangan yang berbunyi, "Program sekolah jalan kaki. Hebat program bapak aing Kang Dedi Mulyadi".
"Hebat, semangat ya jalannya. Keren, keren. Keren bapak aing," ucap perempuan yang merekam video tersebut.
Bapak aing sendiri merupakan julukan Dedi Mulyadi yang diberikan oleh masyarakat ketika dirinya masih menjabat sebagai Bupati Purwakarta periode 2008-2018.
Julukan tersebut muncul karena gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi yang dinilai dekat dengan rakyat dan sering turun langsung ke lapangan. Dalam bahasa Sunda, bapak aing sendiri dapat diartikan sebagai "bapak saya".
Unggahan itu pun menuai beragam respons dari pengguna di media sosial. Beberapa warganet setuju dengan usulan Dedi Mulyadi agar para pelajar berjalan kaki ke sekolah.
"Bagus, dengan begini anak-anak juga bisa saling ngobrol di jalan. Biasanya kan kalau anak-anak nongkrong, rata-rata pada pegang HP," komentar @shint*_******_*
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
-
Kronologi Pemudik Terjebak di Jalan Sawah Sleman Akibat Google Maps, Antrean Panjang Tak Terhindar
-
Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan
-
Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III
Terkini
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Analisa: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran
-
Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM
-
Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran
-
KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?
-
Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran
-
Noel Mau Ikutan Yaqut untuk Ajukan Pengalihan Penahanan, KPK: Kewenangan Hakim
-
Pramono Anung Tegaskan Kebijakan WFA bagi ASN DKI Berlaku hingga 27 Maret