Tetapi, bapak 11 anak itu menolak gaji yang ditawarkan Dedi Mulyadi dengan dalih bahwa dirinya ingin menjadi entrepreneur atau wirausahawan.
"Nggak usah digaji, pak. Kan entrepreneur, pak," tolaknya.
Meski mengerti dengan maksud dari lelaki tersebut, Dedi Mulyadi lantas memikirkan kebutuhan rumah tangga kepala keluarga dengan 11 anak itu. Jika tak ada uang, maka bagaimana bisa ia membeli beras untuk keluarganya.
"Iya, tapi daripada di rumah nggak ada beras? Atau aku bayar pakai beras?" tawar Dedi Mulyadi.
Penawaran itu kembali ditolak. Lelaki itu kemudian mengungkapkan keinginannya untuk bisa mencetak buku yang dapat didistribusikan ke seluruh Indonesia.
"No, no. Pengen bikin buku cetak dan dijual di seluruh Indonesia," tolak lelaki itu lagi.
Dedi Mulyadi lalu menyanggupi permintaan tersebut. Ia mengatakan akan membantu mencetak buku yang dimaksud.
"Oke, aku yang cetakin buku," sahut Dedi Mulyadi.
Teringat dengan syarat utama yang diberikan Dedi Mulyadi, bapak tersebut kemudian menyinggung soal KB kembali. Ia tampak keberatan jika harus melakukan vasektomi demi mendapatkan bantuan dari Dedi Mulyadi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Jadikan Vasektomi Syarat Bansos, Komisi XIII DPR: Jelas Melanggar HAM!
"Asal KB? Nanti ngobrol dulu, pak," balasnya.
Sebelumnya, Dedi Mulyadi menilai jika bantuan sosial yang diberikan oleh negara selama ini cenderung menumpuk pada keluarga yang sama, yang seringkali memiliki banyak anak tanpa perencanaan yang matang.
Dedi Mulyadi juga mengungkapkan kegelisahannya terhadap fenomena keluarga miskin yang terus memiliki anak dalam jumlah besar.
Menurut Dedi Mulyadi, kebijakan vasektomi ini bisa menjadi jalan keluar, mengingat saat ini keluarga tidak mampu banyak yang melahirkan dengan cara operasi sesar, yang tentu saja membutuhkan banyak biaya.
Unggahan itu pun menuai beragam komentar dari pengguna media sosial lainnya. Tak sedikit warganet yang menyoroti respons bapak 11 anak itu ketika diminta untuk KB oleh Dedi Mulyadi.
"Kasihan istri pak, hamil lahiran hamil lahiran mulu. Kasihan perutnya nggak istirahat, kesehatan mental istri dan anak-anakmu yang 11 itu pak. Masa mau nunggu dikasih beras sama orang. Gimana sih pemikirannya, dibantu malah kayak ogah-ogahan," komentar @mina_******
"Nggak usah dibantu, pak! Tapi kok kasihan ya anaknya. Dibantu kok ya dia bereproduksi terus. Nambah beban juga," tambah @norita*****
"Kalau paham agama, ya bapak berusaha kerja keras untuk menghidupi anak istri, bukannya nganggur. Kasihan loh pak istrinya, mengandung, melahirkan, mengurus anak itu bukan hal yang mudah," sahut @fir*******
"Anak sebelas. Disuruh KB masih mikir... yaelah, jangan mewariskan kemiskinan ke anak lu pak," sambung @e_****
"Menurut saya, jangan dibantu pak. Beliau sepenuhnya sadar atas keputusannya berkembang biak. Alihkan bantuan kepada yang benar-benar bisa dan mau diarahkan," tulis @alv***
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana