Suara.com - Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut Presiden kangen masakannya.
Hasan menyebut hal ini menunjukkan peluang adanya pertemuan kedua antara Megawati dan Presiden Prabowo Subianto. Pasalnya, Hasan menilai keduanya memang memiliki hubungan yang dekat sejak lama.
"Kan memang mereka dekat, kan tokoh-tokoh bangsa ini semua ini dekat," kata Hasan di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/5/2025).
"Jadi orang saja yang mem-framming ada jarak. Tokoh-tokoh bangsa ini semuanya dekat," tambah dia.
Untuk itu, Hasan tidak menutup kemungkinan apabila kedua tokoh bangsa ini akan bertemu kembali.
Namun, ia belum bisa memastikan kapan pertemuan tersebut terjadi.
"Tapi kapan ya kan hanya mereka yang tahu. Hahahaha. Gitulah kira-kira, saya pun enggak tahu itu detailnya, pastinya kapan saya nggak tau. Pasti kan tidak tertutup," ujar Hasan.
Sementara itu, Mensesneg Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sedang kangen dengan nasi goreng buatan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Hal itu dibenarkan Prasetyo merespons kelakar Megawati yang menyebut ada presiden minta dibuatkan nasi goreng.
Baca Juga: Megawati Sebut Presiden Kangen Nasi Goreng Buatannya, Istana: Kangennya Sudah 2,5 Tahun
"Betul," kata Prasetyo di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat 9 Mei 2025.
Saat ditanya kapan Presiden Prabowo kembali sowan bertemu Megawati, Prasetyo belum memastikan. Prasetyo menegaskan bahwa belakangan keduanya sudah bertemu.
"Kan kangennya sudah 2,5 tahun, tapi kemarin kan sudah alhamdulillah sudah ketemu beliau berdua," kata Prasetyo.
Sedangkan kapan waktu bertemu untuk mencicipi nasi goreng buatan Megawati, Prasetyo mengatakan pertemuan tengah diatur.
"Sedang diatur, tenang aja," kata Prasetyo.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri berkelakar soal ada presiden yang selalu ingin dibuatkan nasi goreng.
Namun, Megawati enggan membeberkan nama presiden yang dimaksud.
"Yang masih nanyain terus tuh tahu nggak siapa? Rahasia ya. Siapa? Presiden. Bolak balik nanya kapan aku dibikinin nasi goreng mbak ya? Presiden sopo yo?" kata Mega sambil terkekeh.
Awalnya, ia berkelakar bahwa dirinya akan diterima apabila melamar menjadi seorang koki. Namun di hadapan kadernya, Megawati mengaku tidak akan memasak untuk mereka.
"Saya jelek-jelek begini, kalau saya daftar sebagai chef, pasti diterima. Betul loh. Itu nggak bohong loh. Di mana aja, masa hoaks," ujarnya.
Presiden Suka Nasi Goreng
Menurutnya, sosok presiden itu selalu senang dibuatkan nasi gorengnya. Ia mengatakan, kalau para kader PDIP ingin dibuatkan juga maka harus membayar.
"Nanti, siapa yang mau nasi goreng Ibu Mega? Ya tapi bayar loh. Gimana nggak bayar. Masa saya selalu dalam posisi tertekan," katanya.
Megawati juga sebelumnya mengungkapkan bahwa sudah ada yang minta dibuatkan nasi goreng.
Pernyataan itu disampaikannya saat menyinggung ihwal Presiden Prabowo Subianto yang menyukai nasi goreng buatannya.
Megawati pernah menyajikan nasi goreng buatannya saat menjamu Prabowo di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 24 Juli 2019.
"Bukan sombong. Padahal dia senang saya masakin nasi goreng," kata Megawati dalam pidatonya acara HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai, Jakarta Selatan, Jumat 10 Januari 2025.
Untuk diketahui, nasi goreng ala Megawati kerap menjadi simbol komunikasi politik yang khas.
Tak heran jika hal tersebut melekat pada sosok Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Sebab dalam berbagai momen penting partai, mulai dari Rakernas hingga pertemuan terbatas dengan calon pemimpin daerah atau nasional, nasi goreng buatan Megawati kerap hadir sebagai suguhan istimewa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menimbun Pangan atau Naikkan Harga Saat Ramadan? Bisa Dipenjara 5 Tahun Lebih!
-
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Jabbar Idris Buka Muswil PPP Sulbar, Konsolidasi Partai Didorong Menuju Pemilu 2029
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump