- Eks Kepala BAIS TNI Soleman B. Ponto menyebut penyerangan terhadap Andrie Yunus sebagai kenakalan oknum intelijen militer yang terdidik.
- Sidang di Pengadilan Militer Jakarta pada Mei 2026 mengungkapkan perencanaan penyerangan oleh dua anggota BAIS TNI tersebut.
- Oditur militer menyoroti kreativitas terdakwa dalam meracik bahan kimia korosif sebagai metode untuk mencelakai korban secara fatal.
Suara.com - Sidang kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Andrie Yunus kembali melahirkan pernyataan kontroversial.
Mulai dari pengakuan eks petinggi intelijen soal "kenakalan orang terpilih", hingga oditur yang menyebut racikan bahan kimia mematikan itu sebagai "ide kreatif".
Sebelumnya, eks Kepala BAIS TNI Laksamana Muda TNI (Purn.) Soleman B. Ponto dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Kamis (7/5/2026), menyoroti akar perilaku menyimpang di lingkungan intelijen militer.
Menurutnya, aksi penyerangan terhadap Andrie lebih terlihat seperti "kenakalan" anggota BAIS TNI yang merasa institusinya terusik.
"Kami melihat itu kenakalan orang-orang terpilih, terdidik, terlatih. Tapi kami tidak tahu apa yang membuat dalam hatinya bergejolak, yang jelas ketika sudah muncul pemicu-pemicu, itu yang menimbulkan ide-ide kenakalan," ujar Ponto, yang pada hari itu hadir sebagai ahli.
Sementara itu, dalam sidang hari ini, Rabu (13/5/2026), giliran oditur militer yang memantik kontroversi lewat pendapat mereka tentang racikan air keras dari Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi, anggota BAIS TNI yang duduk sebagai Terdakwa II sekaligus pemberi ide eksekusi.
Salah satu oditur mengurai kronologi perencanaan penyerangan yang melibatkan dua terdakwa anggota BAIS TNI, termasuk perdebatan ihwal metode yang akan digunakan.
Pendapat itu diawali dari rencana Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko selaku Terdakwa I, yang awalnya berencana melakukan serangan fisik terhadap Andrie.
"Ide dari Terdakwa I dengan memukuli, itu kan efeknya pasti akan bonyok, memar atau berdarah lah, lecet. Itu ditolak sama Terdakwa II, 'Jangan, jangan dipukuli. Disiram saja'," papar oditur dalam persidangan.
Baca Juga: Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
Oditur kemudian menyoroti cara Terdakwa II meramu bahan kimia yang digunakan untuk menyiram Andrie.
"Terdakwa itu idenya kalau saya bilang sangat kreatif. Tidak hanya pembersih karat, tetapi juga mencampur dengan air aki, yang tanda kutip, kalau Terdakwa II kalau kemarin nyimak dari saksi 5 bahwa air aki itu berakibat fatal. Kalau terkena kain, kain itu akan hancur tapi tidak seketika. Mungkin dalam beberapa hari itu hancur. Nah itu," lanjutnya.
Oditur pun mempertanyakan asal-usul gagasan pencampuran dua bahan korosif tersebut kepada Terdakwa II.
Namun, pertanyaan itu tidak terjawab karena Terdakwa II berdalih bahwa tindakan tersebut bukan buah pikiran yang direncanakan, melainkan lahir dari dorongan sesaat semata.
Berita Terkait
-
Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
TNI Bangun Jalan di Pedalaman Cilegon, Distribusi Hasil Bumi Jadi Lebih Mudah
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno