Suara.com - Bulan Juni 2025 menjadi salah satu bulan dengan banyak kesempatan libur panjang (long weekend) di Indonesia.
liburan menjadi waktu bagi seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan cuti singkat dari pekerjaan atau sekolah dalam periode tertentu dengan tujuan relaksasi, melakukan perjalanan rekreatif atau berwisata, berkumpul bersama keluarga, atau melakukan hobi.
Liburan biasanya diisi dengan kegiatan yang menyenangkan dan bertujuan untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Masa liburan panjang memang dinanti karena mengurangi stres dan kecemasan dengan memberikan jeda dari rutinitas dan tekanan pekerjaan atau sekolah, sehingga otak dan tubuh dapat beristirahat dan pulih.
Meningkatkan kesehatan mental dengan memperbaiki mood, semangat hidup, dan mengurangi risiko depresi serta burnout.
Kemudian, meningkatkan kreativitas dan produktivitas karena perubahan suasana dan pengalaman baru dapat menyegarkan pikiran dan membuka perspektif.
Liburan juga memperkuat hubungan sosial dan keluarga melalui waktu berkualitas bersama orang tercinta, yang penting untuk kesejahteraan emosional.
Meningkatkan kesehatan fisik seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan memperkuat sistem imun tubuh.
Melalui liburan dapat menciptakan kenangan dan pengalaman positif yang berharga untuk kehidupan jangka panjang.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, berikut adalah rincian tanggal merah dan cuti bersama di bulan Juni 2025:
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2025
- Minggu, 1 Juni 2025: Libur Nasional Hari Lahir Pancasila
- Jumat, 6 Juni 2025: Libur Nasional Idul Adha 1446 H
- Senin, 9 Juni 2025: Cuti Bersama Idul Adha 1446 H
- Jumat, 27 Juni 2025: Libur Nasional 1 Muharram 1447 H (Tahun Baru Islam).
Rincian Libur Panjang (Long Weekend) Juni 2025
Long Weekend Pertama: Idul Adha
- Jumat, 6 Juni 2025: Libur Nasional Idul Adha
- Sabtu, 7 Juni 2025: Akhir Pekan
- Minggu, 8 Juni 2025: Akhir Pekan
- Senin, 9 Juni 2025: Cuti Bersama Idul Adha
Total: 4 hari libur berturut-turut, sangat cocok untuk merencanakan liburan keluarga atau mudik.
Long Weekend Kedua: Tahun Baru Islam
Berita Terkait
-
Tanggal 16 Januari 2026 Libur Apa? Ini Ketentuannya Menurut SKB 3 Menteri
-
Survei UGM: 90,9% Masyarakat Puas Atas Penyelenggaraan dan Pelayanan Transportasi Libur Nataru
-
Daftar Libur Kalender Februari 2026, Kapan Isra Miraj dan Imlek?
-
16 Januari Libur Apa? Siap-Siap Sambut Long Weekend Pertama di Tahun 2026
-
KAI Daop 1 Layani 1,6 Juta Penumpang Selama Libur Nataru 2025/2026
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik
-
Rismon Desak Klarifikasi Jujur Usai Eggi Sudjana Disebut Minta Maaf dan Rangkul Jokowi di Solo
-
Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat
-
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta