Suara.com - BEKD, seorang guru sekolah dasar SD di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini harus meringkuk di penjara karena aksi cabulnya. Guru cabul itu mempertontokan video porno kepada 24 orang siswa SD Negeri Lobolauw.
Imbas dari aksi cabulnya itu, BEKD resmi ditahan aparat kepolisian usai ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Perihal kasus guru SD yang mempertontonkan video porno para muridnya itu diungkapkan oleh Kapolres Sabu Raijua Ajun Komisaris Besar Polisi (AKPB) Paulus Naatonis.
"Yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini sudah ditahan," beber Kapolres Paulus Naatonis sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (30/5/2025).
Dalam kasus ini, guru SD cabul itu terancam hukuman maksimal 20 tahun bui. Tersangka BEKD dijerat Pasal 82 ayat (1) juncto ayat (2) juncto ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Setelah resmi menjadi tersangka, polisi menahan guru BEKD di ruang tahanan Polres Sabu Raijua.
"Tersangka (BEKD) terancam pidana 20 tahun penjara," ungkap AKBP Paulus Naatonis.
Kapolres Paulus menambahkan pasal pornografi belum diterapkan kepada tersangka karena masih menunggu pemeriksaan ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan pemeriksaan barang bukti tersangka.
Kasus guru yang mengajak para siswanya untukn menonton video porno terungkap setelah polisi mendapatkan aduan dari orang tua siswa. Aksi cabul sang guru itu dilaporkan oleh salah satu murid kepada orang tuanya di rumah.
Mendengar cerita anaknya, orang tua korban langsung melaporkan kasus itu kepada kepolisian setempat sehingga guru tersebut langsung dipanggil dan diperiksa.
"Selain mempertontonkan video porno, tersangka juga diketahui meraba bagian terlarang kelamin dari sejumlah anak yang dia ajak menonton video porno," beber AKPB Paulus Naatonis.
Baca Juga: Keras! Felix Siauw Soroti Ucapan Prabowo soal Israel: Kita Harus Akui Penjajah? Ini Gila!
Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT Komisaris Besar Polisi Henry Novik Chandra mengatakan bahwa Polda NTT melalui Polres Sabu Raijua berkomitmen untuk menindaklanjuti kasus ini dengan transparan, adil, dan mengedepankan perlindungan terhadap hak-hak anak.
Diketahui, aksi guru cabul masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Bahkan, tak jarang para siswa yang menjadi korbannya. Seperti kasus pencabulan siswa yang terjadi di lingkungan SMK 56 Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.
Guru bernama Hanafi itu dilaporkan telah mencabuli belasan siswi. Bahkan, diduga jika aksi pencabulan sang guru itu terjadi di lingkungan sekolah. Imbas dari aksi cabulnya itu, Hanafi sudah dinonaktifkan sebagai tenaga pengajar.
Tak hanya di Jakarta, aksi cabul guru juga terjadi sebuah SMA di kawasan Cianjur, Jawa Barat. Pelajar yang diduga menjadi korban pencabulan guru berinsial AF itu diduga lebih dari tiga orang. Namun, para korban diduga mengalami pengangaman hingga takut melapor.
Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki kasus dari laporan ketiga korban.
Dalam aksinya, pelaku sering meminta korban mengambil sesuatu di ruang kerjanya, lalu mengikutinya dan melancarkan tindakan asusila dengan ancaman agar korban tetap diam. Beberapa korban diduga merupakan alumni sekolah tersebut.
Berita Terkait
-
Keras! Felix Siauw Soroti Ucapan Prabowo soal Israel: Kita Harus Akui Penjajah? Ini Gila!
-
Heboh Prabowo Disebut Ngebir saat Gala Dinner Bareng Macron, Istana: Itu Sari Apel
-
Curiga Prabowo 'Dibisiki' Mau Akui Israel, Felix Siauw: Jangan sampai Malu-maluin Indonesia!
-
Ungkit Utang RI soal Kemerdekaan Palestina, HNW Wanti-wanti Prabowo Tak jadi Korban Israel
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
Terkini
-
Jejak Suap Proyek di Rejang Lebong Melebar, KPK Periksa Elite PAN hingga Pejabat PU
-
Uji Nyali ke Kota Berpolusi Terburuk di Dunia, Buat Bernafas Saja Butuh Perjuangan Keras
-
KPK Periksa 7 Kades terkait Dugaan Pemerasan di Pati, Tujuh Kades Ikut Diperiksa
-
Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat
-
Jerman Kini Ikut Campur, Berencana Kerahkan Kapal untuk Misi Selat Hormuz
-
Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
-
Jarang Hadir Rapat di Komisi I DPR, Ini Alasan Menlu Sugiono
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Ogah Dijebak Donald Trump, Iran Boikot Negosiasi Islamabad dan Siapkan Serangan Balasan
-
Nadiem Makarim Sebut Tuntutan 15 Tahun Ibrahim Arif Tak Masuk Akal: Ibam is One of Us