Tak hanya Ganjar Pranowo, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, juga angkat suara. Ia menggunakan media sosial X (dulu Twitter) untuk menyampaikan permintaan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Yth. Bapak Presiden @prabowo @Gerindra mohon dengan sangat, hentikan penambangan di Raja Ampat ini. Salam hormat," tulis Susi. Ia menambahkan, "Sebaiknya hentikan selamanya."
Seruan dari Susi Pudjiastuti juga menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap eksploitasi sumber daya alam di Raja Ampat bukan sekadar isu media sosial, tetapi sudah masuk ke ranah kebijakan negara yang perlu ditanggapi dengan serius.
Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata yang menakjubkan, melainkan juga kawasan konservasi penting yang menjadi simbol kekayaan alam Indonesia.
Ketika tokoh-tokoh publik seperti Ganjar Pranowo dan Susi Pudjiastuti angkat bicara, perdebatan wajar terjadi. Namun yang paling penting adalah substansi dari isu ini, apakah pembangunan ekonomi harus mengorbankan warisan alam yang tidak tergantikan?
Seiring dengan semakin besarnya tekanan publik, kini perhatian tertuju kepada pemerintah pusat. Akankah langkah konkret diambil untuk menyelamatkan Raja Ampat? Atau justru aktivitas penambangan terus berlanjut di balik dalih pertumbuhan ekonomi?
Yang jelas, seruan dan komentar dari publik, baik dari tokoh maupun warga biasa semakin menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004
-
Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal