Tak hanya Ganjar Pranowo, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, juga angkat suara. Ia menggunakan media sosial X (dulu Twitter) untuk menyampaikan permintaan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Yth. Bapak Presiden @prabowo @Gerindra mohon dengan sangat, hentikan penambangan di Raja Ampat ini. Salam hormat," tulis Susi. Ia menambahkan, "Sebaiknya hentikan selamanya."
Seruan dari Susi Pudjiastuti juga menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap eksploitasi sumber daya alam di Raja Ampat bukan sekadar isu media sosial, tetapi sudah masuk ke ranah kebijakan negara yang perlu ditanggapi dengan serius.
Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata yang menakjubkan, melainkan juga kawasan konservasi penting yang menjadi simbol kekayaan alam Indonesia.
Ketika tokoh-tokoh publik seperti Ganjar Pranowo dan Susi Pudjiastuti angkat bicara, perdebatan wajar terjadi. Namun yang paling penting adalah substansi dari isu ini, apakah pembangunan ekonomi harus mengorbankan warisan alam yang tidak tergantikan?
Seiring dengan semakin besarnya tekanan publik, kini perhatian tertuju kepada pemerintah pusat. Akankah langkah konkret diambil untuk menyelamatkan Raja Ampat? Atau justru aktivitas penambangan terus berlanjut di balik dalih pertumbuhan ekonomi?
Yang jelas, seruan dan komentar dari publik, baik dari tokoh maupun warga biasa semakin menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan
-
Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
-
Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?
-
Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung
-
Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!
-
Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung
-
Penumpang Pasar Senen Kalahkan Gambir, Tren Perjalanan Kelas Ekonomi Menguat
-
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI Terima 499 Sertifikat Aset Daerah Senilai Rp 22,2 Triliun
-
Dianugerahi Lencana Emas di Gorontalo, Prabowo Dinilai Berjasa Bagi Petani-Nelayan