Suara.com - Sistem layanan kesehatan Arab Saudi mengumumkan keberhasilan inovatif dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada jutaan jemaah haji. Sebuah uji coba peluncuran pengiriman obat menggunakan pesawat nirawak (drone) telah sukses dilaksanakan antara pusat-pusat layanan kesehatan primer dan rumah sakit-rumah sakit di tempat-tempat suci. Pencapaian ini menandai tonggak penting sebagai inisiatif pertama kalinya yang bertujuan untuk merevolusi logistik medis selama musim haji.
Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan pada hari Sabtu bahwa proyek perintis ini dirancang untuk secara signifikan meningkatkan efisiensi layanan kesehatan yang diberikan kepada para jemaah selama musim Haji 1446 Hijriah. Inisiatif ini merupakan respons proaktif terhadap tantangan logistik dalam melayani rata-rata lebih dari 2 juta jemaah haji setiap tahunnya, yang berkumpul di area geografis terbatas dalam waktu yang singkat.
Keberhasilan uji coba ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara Klaster Kesehatan Makkah dan National Unified Procurement Company (NUPCO). Kemitraan strategis ini bertujuan untuk memastikan pasokan obat-obatan dan peralatan medis yang cepat dan andal ke tempat-tempat suci dengan memanfaatkan teknologi drone yang canggih.
Dikutip dari OANA via Antara, inisiatif pengiriman berbasis drone ini dirancang khusus untuk mempercepat waktu respons dalam situasi medis darurat dan memberikan dukungan logistik yang krusial bagi operasi layanan kesehatan secara keseluruhan selama puncak ibadah Haji. Dengan kemampuan drone untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses dengan cepat, pengiriman obat-obatan dan perlengkapan medis penting dapat dilakukan secara efisien, meminimalkan penundaan yang berpotensi membahayakan kesehatan jemaah.
Sebuah contoh penting dalam uji coba ini adalah keberhasilan pengiriman paket es melalui drone ke Rumah Sakit Darurat Mina. Pengiriman cepat ini sangat dibutuhkan untuk menangani anggota jemaah haji yang mengalami kelelahan akibat cuaca panas ekstrem dan sengatan matahari, kondisi yang sering terjadi selama musim haji di Arab Saudi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan yang intensif, yang bertepatan dengan dimulainya ritual lempar jumrah pada hari pertama Idul Adha, sebuah periode dengan aktivitas jemaah yang sangat padat dan potensi risiko kesehatan meningkat.
Proses Multi-Tahap Pengiriman Drone yang Terstruktur
Layanan pengiriman berbasis drone ini beroperasi melalui proses multi-tahap yang terencana dengan matang untuk memastikan keamanan dan efisiensi:
Persiapan dan Koordinasi: Tahap awal melibatkan persiapan yang cermat, termasuk penentuan jenis dan jumlah obat-obatan serta peralatan medis yang dibutuhkan, dan koordinasi yang intensif dengan berbagai fasilitas kesehatan di tempat-tempat suci.
Pengemasan Berteknologi Tinggi: Setelah identifikasi kebutuhan, barang-barang medis dikemas menggunakan teknologi canggih yang sesuai dengan peraturan ketat dari Otoritas Makanan dan Obat Saudi (SFDA), memastikan integritas dan keamanan produk selama pengiriman.
Baca Juga: Punya Bisnis Travel, Boby Tince Ungkap Kerugian Usai Visa Furoda Dibatalkan
Pemrosesan dan Pengiriman: Barang-barang medis, farmasi, dan laboratorium diproses secara efisien, dikeluarkan dari gudang, dan dimuat ke drone untuk dikirimkan ke lokasi layanan kesehatan yang tersebar di seluruh tempat suci.
Penjadwalan dan Pelacakan Real-Time: Fase terakhir mencakup penjadwalan transportasi drone yang optimal dan pelacakan waktu nyata (real-time) melalui dasbor pemantauan pusat. Sistem pemantauan ini memungkinkan pihak berwenang untuk mengawasi setiap pengiriman, memastikan kelancaran operasional dan respons cepat terhadap potensi masalah.
Inisiatif inovatif ini sejalan dengan komitmen kuat sistem kesehatan Arab Saudi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi seluruh jemaah haji. Tujuannya adalah untuk memungkinkan para tamu Allah ini menjalankan ibadah mereka dengan rasa nyaman dan tenang, terjaminnya akses terhadap layanan kesehatan yang cepat dan efisien jika dibutuhkan.
Lebih lanjut, keberhasilan uji coba pengiriman obat dengan drone ini mencerminkan upaya berkelanjutan Arab Saudi dalam menyediakan layanan kesehatan berkelas dunia, sesuai dengan tujuan ambisius Visi Saudi 2030. Visi ini menekankan pada pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk kesehatan. Dengan mengadopsi solusi teknologi modern seperti drone, Arab Saudi menunjukkan kesiapannya untuk menghadapi tantangan logistik dalam penyelenggaraan ibadah haji yang berskala besar dan memastikan kesejahteraan para jemaah dari seluruh dunia.
Keberhasilan uji coba ini membuka jalan bagi implementasi yang lebih luas dari teknologi drone dalam layanan kesehatan haji di masa depan, berpotensi mengubah cara pasokan medis didistribusikan dan diakses selama musim haji yang padat.
Berita Terkait
-
Resmi Bergelar Haji, Ivan Gunawan Lupa Kini Berkepala Plontos
-
4 Artis yang Diam-Diam Berangkat Haji pada 2025
-
Bukannya Membantu sang Tetangga, Arab Saudi Justru Lebih Pilih Bantu Timnas Indonesia
-
Ketua PP Muhammadiyah Sarankan Dana Haji Tetap Dikelola BPKH
-
Rayakan Idul Adha 2025, Keluarga Haji Faisal Kurban 2 Sapi dan 2 Kambing: Tapi Sapinya Belum Sampai
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Ahmad Ali PSI Luruskan Tafsir Podcast: Gibran Adalah Wapres Potensial, Bukan Lawan Politik Prabowo
-
Dittipideksus Bareskrim Sita Dokumen hingga Data Transaksi dari Penggeledahan PT DSI
-
Pakar Hukum Desak RUU Perampasan Aset Disahkan pada 2026
-
PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana: Berbagi Pengharapan dan Sukacita
-
DVI Tuntaskan Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Seluruh Nama Sesuai Manifest
-
Angin Kencang Terjang Kupang, 25 Rumah Warga Rusak dan Timbulkan Korban Luka
-
Akademisi UI Ingatkan Risiko Politik Luar Negeri RI Usai Gabung Dewan Perdamaian Gaza
-
PSI Percayakan Bali kepada I Wayan Suyasa Eks Golkar, Kaesang Titipkan Harapan Besar
-
Cegah Stres di Pengungsian, KDM Siapkan Rp10 Juta per KK untuk Korban Longsor Cisarua