"Bintang satu, bintang dua, bintang tiga. Karena rata-rata pejabat nggak mau rapat di hotel melati. Nah, ini kan tidak boleh terjadi. Karena itu tidak boleh terjadi, pemerintah ini yasudah namanya rapat bisa di kantor saja. Uang-uang yang biasa dibelanjakan hotel-hotel berbintang itu dan di pusat kota itu kita gunakan untuk bangun sekolah, bangun jalan, bangun irigasi, bangun puskesmas," beber Dedi Mulyadi.
Gubernur yang juga akrab disapa dengan panggilan Kang Dedi Mulyadi ini pun menilai bahwa anggaran rapat di hotel dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih penting.
"Saat kita di toilet bintang lima, toiletnya keren banget, rakyat kita banyak yang nggak punya toilet. Nah, ini cara saya untuk mengefisienkan anggaran minimal bisa menyelesaikan problem-problem kecil di masyarakat. Jawa Barat 360 miliar BPJSnya belum kebayar, masa kita mau buangin duit?" ujarnya lagi.
Dedi Mulyadi kemudian meminta maaf karena "ngotot" agar para pejabat di Provinsi Jawa Barat bisa menyetujui keputusannya tersebut. Dedi Mulyadi merasa efisiensi tetap harus dilakukan.
"Untuk itu, saya mohon maaf menjadi gubernur yang keukeuh pada sikap-sikap saya demi kebaikan masyarakat dan saya pun mengajak para bupati, wali kota, di seluruh Jawa Barat yang belum kaya-kaya amat, yang ngeluh ke saya karena dana fiskal daerahnya rendah, yuk kita efisien," pungkas Dedi Mulyadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan
-
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, KAI Sempat Hentikan Perjalanan Kereta
-
Jangan Lewatkan Keseruan Belanja di Alfamidi Akhir Pekan Ini: Bonus Spesial Sudah Menanti
-
5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan
-
Warga Keluhkan Dentuman Kembang Api di Prambanan, Kades Sebut Acara Pre-Wedding Sespri Prabowo
-
5 Peserta SPPI Tewas, Kemhan Evaluasi Total Program Latsarmil
-
Bukan Untuk Cetak Tentara, Kemhan Ungkap Misi Utama Latsarmil Calon Manajer Kopdes
-
Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta
-
Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah