Perlu Tindakan Sistemik dan Adil
Para peneliti menekankan bahwa mitigasi kebakaran tidak bisa lagi dipisahkan dari upaya perlindungan laut. Menurut mereka, pemahaman lintas sektor—dari hulu hingga hilir, dari hutan hingga laut—harus menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan iklim dan lingkungan.
“Kita perlu memperkuat pemantauan kualitas air pascakebakaran dan menggali lebih dalam dampak terhadap ekosistem pesisir,” ujar Hunt.
Lebih dari itu, pendekatan berbasis kearifan lokal juga perlu dikedepankan.
“Suku-suku pribumi di British Columbia telah lama mempraktikkan pembakaran terkendali untuk menjaga lanskap. Sayangnya, praktik ini terpinggirkan oleh kolonialisme yang mempromosikan penekanan api,” ujar Brown.
Ia menyarankan perlunya mendukung kembali pengelolaan api berbasis adat melalui pembakaran budaya dan terencana, penghapusan hambatan perizinan, serta pendanaan jangka panjang untuk pelatihan dan peralatan. “Kepemimpinan adat dalam tata kelola dan pengambilan keputusan harus diperkuat.”
Kebakaran hutan adalah isu global, dan dampaknya terhadap laut menunjukkan bahwa tidak ada ekosistem yang terisolasi. Indonesia, sebagai negara dengan luas hutan dan wilayah laut yang sama-sama besar, berpotensi menghadapi dinamika serupa.
Peringatan dari Sungai Fraser menjadi cermin: menjaga hutan berarti menjaga laut. Dan menjaga laut berarti menjaga masa depan iklim kita bersama.
Baca Juga: Antara Luka dan Harapan: Mengupas Nilai Unik di Balik 'Desiran Angin Laut'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Curhat Warga Pinggir Rel ke Prabowo soal Relokasi: Asal Jangan Neko-neko dan Bukan Cuma Katanya
-
DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan
-
Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka
-
Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg
-
Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan
-
Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal
-
'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit