Suara.com - Pesawat Saudia Airlines SVA 5688 yang membawa 422 jemaah haji penerbangan Jeddah – Muscat Oman – Surabaya melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara karena menerima ancaman bom, Sabtu 21 Juni 2025.
Di balik peristiwa tersebut, tersimpan cerita dramatis penyisiran Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari Pangdam I/Bukit Barisan di pesawat Saudia Airlines.
Diketahui, Kodam I/Bukit Barisan (BB) mengerahkan personel dari Tim Jihandak Yon Zipur I/DD untuk mensterilkan pesawat Saudia Airlines yang mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara usai mendapat ancaman bom.
"Personel dari Tim jihandak Yon Zipur I/DD Kodam I/BB dan Tim Jibom Brimob Polda Sumut sejumlah 25 orang, kurang lebih 1 sampai 2 jam melakukan penyisiran diawali oleh tim Jihandak dengan melakukan pengecekan di setiap bangku penumpang dan ruangan yang ada di Pesawat," ungkap Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto, Minggu 22 Juni 2025 melalui keterangan tertulisnya.
Rio Firdianto mengungkapkan, keterlibatan TNI dalam operasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) sesuai Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.
Pihaknya juga sigap menghadapi situasi darurat demi menjamin keselamatan rakyat dan menjaga stabilitas nasional.
Rio Firdianto menyebut proses penyisiran dan pengecekan berlangsung dramatis dalam waktu kurang dari 2 jam, sehingga dapat memastikan pesawat aman.
Pihanya juga memastikan seluruh penumpang dan awak kabin selamat dan ditempatkan di Gedung G1 dan G2 Bandara Kualanamu guna menjalani pemeriksaan dan pendataan.
"Tim Jihandak dengan cepat melakukan penyisiran dan pengamanan penumpang yang semuanya kita pastikan selamat. Personel TNI juga turut membantu mengatur dan menenangkan para penumpang di Gedung G1 dan G2 agar tetap tenang dan merasa aman selama proses evakuasi berlangsung," imbuhnya.
Baca Juga: Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines Hoaks, Kemenhub Pastikan Ratusan Jemaah Haji Aman dan Sehat
Usai dilakukan pemeriksaan hingga dinyatakan aman, pesawat Saudia Airlines kemudian melanjutkan penerbangan menuju Bandara Juanda Surabaya pada Minggu (22/05/2025) pukul 04.19 WIB. Pesawat tersebut mengangkut jemaah haji dengan jumlah penumpang 376 orang yang terdiri dari laki-laki 196 dan perempuan 180 serta crew 11 orang.
Sebelumnya diberitakan, Kementerian perhubungan atau Kemenhub RI menegaskan ancaman bom Pesawat Saudia Airlines SVA 5688 yang mengangkut ratusan jemaah haji asal Indonesia tidak benar dan merupakan informasi hoaks oleh otoritas terkait.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara alias Dirjen Hubud Kemenhub Lukman F. Laisa. Kata dia, Kementerian Perhubungan bersama pemangku kepentingan lainnya telah menangani dua informasi mengenai ancaman bom terhadap maskapai penerbangan Saudi yang mengangkut jamaah haji Indonesia.
"Kedua penerbangan telah ditangani sesuai dengan protokol kontingensi yang berlaku. Setelah melalui penilaian menyeluruh, ancaman yang diterima dinyatakan tidak berdasar dan diklasifikasikan sebagai hoaks oleh otoritas terkait," kata Lukman.
Diketahui, ancaman bom pertama terjadi pada Selasa 17 Juni 2025, Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5726 yang memuat 442 jemaah haji asal Indonesia melakukan pendaratan darurat.
Pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan dilakukan usai adanya ancaman bom yang dikirimkan oleh orang yang tidak dikenal melalui surat elektronik (email) pada pukul 07.30 WIB.
Tag
Berita Terkait
-
Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines Hoaks, Kemenhub Pastikan Ratusan Jemaah Haji Aman dan Sehat
-
Lagi, Pesawat Mendarat Darurat Imbas Isu Bom, TNI Lakukan Tindakan Darurat
-
Pimpinan DPR Soal Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines: Jangan Terjadi Lagi
-
Diancam Bom dan Mendarat di Kualanamu, TNI Pastikan Pesawat Saudia Airlines Aman
-
Ancaman Bom di Pesawat Haji, Polri Libatkan FBI dan Otoritas Saudi
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Iran Kirim Proposal Baru ke AS: Tanda Mau Damai atau Strategi Baru?
-
252 Siswa Diduga Keracunan MBG di Pulogebang, Pramono Anung: Sudah Tertangani
-
DPRD DKI Sentil Kantor Pemerintah soal Pilah Sampah: Jangan Cuma Gencar Kampanye
-
Komisi II DPR Tegaskan RUU Pemilu Tetap Jadi Inisiatif Parlemen, Tak Perlu Dialihkan ke Pemerintah
-
Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran
-
Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump
-
Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global
-
Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode
-
Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia
-
Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?