Berikut ini tujuh aset alat transportasi Dedi Mulyadi yang dilaporkan ke KPK.
1. Sepeda motor Honda (2003) seharga Rp24 juta
2. Sepeda Polygon Collosus T8 (2017) seharga Rp20 juta
3. Sepeda motor Triumph Scrambler 1200 XE (2019) seharga Rp440 juta
4. Sepeda motor Vespa Sei Giorni Limited Edition (2020) seharga Rp170 juta
5. Mobil Lexus LX 600 (2022) seharga Rp3,9 miliar
6. Mobil Mercedes Benz E 300 Coupe (2018) seharga Rp1,5 miliar
7. Mobil Lexus Minibus/Microbus (2023) seharga Rp1,95 miliar
Total harga kendaraan yang dimilikinya sebesar Rp8 miliar.
Baca Juga: Ditangisi Warga Gegara Dekat dengan Sherly Tjoanda, Dedi Mulyadi: Itu Gosip
Dia masih memiliki harta lain seperti harta bergerak lain sebesar Rp160 juta dan uang tunai serta tabungan Rp1,5 miliar,
Sementara untuk surat berharga dan harta lainnya dia tidak punya.
Namun Dedi juga memiliki utang yang jumlahnya tak sedikit yakni mencapai Rp3,8 miliar.
Makanya harta kekayaannya tinggal Rp12,8 miliar. Nominal yang cukup sedikit untuk seorang pejabat publik.
Harta Kekayaan Muhammad Farhan
Jika Dedi Mulyadi dengan Rp12,8 miliar terbilang sedikit, ternyata jumlah kekayaan Muhammad Farhan jauh lebih kecil.
Meski Farhan lama di dunia entertainment lalu baru pindah ke politik, ternyata hartanya terbilang sedikit.
Berdasarkan LHKPN, politisi dari Partai Nasdem ini memiliki kekayaan Rp8,9 miliar.
Semua asetnya didominasi tanah dan bangunan yang jumlahnya menjadi Rp8,4 miliar sendiri.
Dengan jumlah sebesar itu ternyata hanya ada 3 aset rumah yang berada di Kota Bogor dan dua di Kota Tanggerang Selatan.
Sementara untuk alat transportasi, dia hanya memiliki satu buah mobil yakni BMW 320 D Tahun 2014 senilai Rp200 juta.
Ditambah harta bergerak lainnya Rp79,8 juta dan uang berupa tabungan Rp220 juta lebih sedikit.
Menariknya, hidupnya tenang tanpa utang meski harta kekayaannya tak begitu banyak.
Jadi itu tadi perbandingan harta kekayaan Dedi Mulyadi dan Muhammad Farhan, sebagai pejabat negara yang menjadi kepala daerah.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Ditangisi Warga Gegara Dekat dengan Sherly Tjoanda, Dedi Mulyadi: Itu Gosip
-
Cara Dedi Mulyadi Tampung Keluhan Warga Soal Dugaan Pungli Tuai Pro Kontra, Kenapa?
-
Tak Sesuai Pernyataan Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi Bingung Jabar Tidak Punya Data Rumah Rakyat Miskin
-
Jawa Timur Juara Ketahanan Pangan Nasional, Bagaimana Kinerja Tanah Pasundan di Era Dedi Mulyadi?
-
Dear Pendukung Dedi Mulyadi, KDM Minta Jangan Ribut Hadapi Haters
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan yang Pertama! Polisi Duga Ada Korban Penyekapan Lain di Percetakan Senen
-
Dicap 'Lembek' Kritik Pemerintah, Said Didu: Saya Bukan Terwo!
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR
-
Menhut Raja Juli Soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing: Amplop Dikembalikan, Tak Ada Pelepasan Hutan
-
Ibu Hamil Tewas Tertembak di Papua, DPR Minta Diusut Transparan
-
Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor
-
Buntut Kasus dr Icha, Kemenkes Izinkan Nakes Stop Layanan Jika Terintimidasi
-
Tapir Disembelih dan Dikonsumsi di Mesuji, Pegiat Sebut Edukasi Konservasi Masih Mandek
-
Riset: Hutan Mungkin Tak Lagi Menyerap Karbon Sebanyak yang Kita Perkirakan, Mengapa?