Suara.com - Fenomena gerakan anak Pacu Jalur viral di media sosial setelah banyak orang hingga publik figur menirukannya dengan narasi aura farming.
Gerakan tersebut merupakan tarian khas bocah yang disebut dengan istilah anak coki. Penari cilik tersebut selalu menjadi sorotan dalam Festival Pacu Jalur yang digelar di Kuantan Singingi (Kuansing) Riau.
Salah satu anak coki Pacu Jalur yang menjadi pusat perhatian adalah Rayyan Arkan Dikha (11) yang kerap disapa Dikha.
Ibu Dikha, Rani Ridawati (36), mengaku bangga lantaran sang anak menjadi perbincangan dan viral hingga mancanegara.
"Senang, tidak menyangka juga. Bangga melihatnya," ujar Rani, Senin (7/7/2025).
Dikatakan Rani jika ayah Dikha, Jufriono (40) merupakan atlet Pacu Jalur sehingga bakatnya pun menurun. Bahkan sekeluarga bergelut di tradisi Kuansing tersebut.
"Ayahnya (Dikha) atlet Pacu Jalur juga, adek ayahnya juga. Keluarga besar memang atlet Pacu Jalur," terangnya.
Rani mengungkapkan bahwa putranya mempunyai bakat itu lantaran belajar menari secara otodidak saat ikut Pacu Jalur.
"Belajar otodidak saja nari kebiasaan di jalur," ujar dia.
Baca Juga: Festival Perahu Panjang dari Asia: Apa yang Bikin Pacu Jalur Riau Lebih Sakral?
Menurut Rani, sang anak memang sudah aktif menari di Pacu Jalur sejak tiga tahun lalu bersama anak pacuan lainnya.
"Kalau latihan sepekan 3 kali. Itu latihan waktu pacu," jelasnya.
Sementara itu, Dikha mengaku menari di atas jalur itu hal biasa baginya, tapi dia senang karena aksinya jadi viral dan jadi sorotan dunia.
"Perasaan senang, kalau menari spontan saja," terang Dikha.
Siswa SD 013 Desa Pintu Gobang, Kari, Kuansing kini mengaku sempat kesulitan karena harus berdiri di ujung jalur yang sempit dan licin.
Beberapa kali dia bahkan jatuh dan harus diselamatkan sebelum sampai garis finish.
Tag
Berita Terkait
-
Lawan di Sungai, Kawan dalam Kehidupan: Mengintip Sisi Humanis Pacu Jalur
-
5 Fakta Menarik Rayyan Arkan Dhika Aura Farming, Kini Debut di MV Aktris Bollywood
-
Aura Farming Mode ON! SMAN 3 Banjarbaru Buktikan Mental Nggak Bisa Di-Nerf
-
6 Potret Rayyan Pacu Jalur Ketemu Marc Marquez di Mandalika, Dapat Hadiah Istimewa
-
Marco Bezzecchi Rajai Sprint Race, Bocah Pacu Jalur Dapat Sepatu Marc Marquez
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Kronologi Lengkap Pria Depok Ngamuk Bumper Ambulans, Berawal dari Cekcok Soal Lampu Rotator
-
Dari Kantong Kuning dan Hijau, Jakarta Bisa Mulai Benahi Sampahnya
-
Yusril Ingatkan Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus: Jangan Sekadar Formalitas
-
Warga RT 02 Tebet Tak Lagi Buang Sampah Dapur ke TPA: Diubah Jadi Pupuk dalam Sumur Teba
-
Waspada Hantavirus, Arab Saudi Perketat Pengawasan Gerbang Masuk ke Negara
-
Wali Kota Jaktim Larang Lapak Kurban di Trotoar, Nekat Bakal Ditegur dan Ditertibkan!
-
Mengenal Teba Modern, Rahasia Warga Gudang Peluru Jadi Pionir Pilah Sampah Mandiri
-
Polisi Ungkap Kondisi 11 Bayi di Penitipan Sleman: Tiga Masih Dirawat di Rumah Sakit
-
Polemik RDF Rorotan: Benarkah Paparan Bau Sampah Bisa Ganggu Kesehatan Anak?
-
Perum Bulog Rayakan HUT ke-59 dengan Kegiatan Sosial dan Pelayanan Masyarakat