Suara.com - Perum Bulog memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-59, dengan mengusung tema “59 Tahun Bulog, Mengawal Pangan Menjaga Masa Depan”, yang digelar di lingkungan Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Event tersebut diisi berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat, seperti bazar, Gerakan Pangan Murah (GPM), donor darah, demo masak hingga santunan bagi anak yatim.
Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., dalam sambutannya menyampaikan syukur atas perjalanan Bulog, yang kini memasuki usia ke-59 tahun.
“Kami mohon doa restu dari seluruh rakyat Indonesia, agar di usia Bulog yang ke-59 ini, Bulog semakin profesional, modern, adaptif, dan selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk petani dan rakyat Indonesia,” ujarnya.
Ahmad berharap, milad ini dapat memberikan semangat kepada seluruh karyawan Bulog untuk lebih berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Rizal juga mengungkapkan capaian strategis perusahaan dalam mendukung swasembada pangan nasional. Bulog mencatat puncak stok mencapai 4,2 juta ton, dan hingga 11 Mei 2026, stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog mencapai 5,3 juta ton, dan diproyeksikan dapat menembus 6 juta ton pada akhir Mei 2026.
“Puncak stok Bulog tahun lalu mencapai 4,2 juta ton. Alhamdulillah, sampai 11 Mei tahun ini sudah mencapai 5,3 juta ton dan kami optimistis akhir Mei bisa mencapai 6 juta ton,” katanya.
Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa, mulai dari petani, penggilingan, mitra kerja, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga media yang turut membantu menyampaikan informasi positif mengenai keberhasilan swasembada pangan nasional
Dalam rangkaian HUT ke-59 tersebut, Bulog juga membagikan seribu paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat. Selain itu terdapat sekitar 70 stan UMKM yang dilibatkan dalam bazar murah untuk mendukung pelaku usaha kecil.
Baca Juga: Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
“Dalam bazar ini, masyarakat juga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga diskon hampir 30 hingga 40 persen di bawah HET. Ini salah satu upaya Bulog membantu masyarakat ekonomi lemah,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan stand UMKM, donor darah, demo masak, serta program tebus murah dengan potongan harga mencapai 30 hingga 40 persen di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tak hanya fokus pada beras, Bulog juga mencatat capaian serapan jagung tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Hingga saat ini, serapan jagung Bulog mencapai hampir 300 ribu ton, meningkat signifikan dibanding tahun lalu yang hanya sekitar 102 ribu ton. ***
Berita Terkait
-
Harga Pangan Kian Mencekik, Cabai dan Bawang Naik di Awal Pekan
-
Legislator PDIP Minta Desak Tinjau Kembali Rencana Pajak Sembako
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
Menko Yusril Warning Sidang Penyiraman Air Keras Andrie Yunus: Jangan Sekadar Jadi Formalitas
-
Riset Soroti Dampak Krisis Iklim terhadap Ketahanan Pangan di NTT dan Flores
-
Viral Pria di Depok Halangi dan Tendang Ambulans Hingga Penyok, Kini Berakhir Diciduk Polisi
-
Fakta Baru 11 Bayi di Sleman: Mayoritas Lahir di Luar Nikah
-
Nadiem Makarim Akan Jalani Operasi Saat Sidang Kasus Chromebook
-
Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir
-
11 Bayi Ditemukan Dirawat di Satu Rumah di Sleman, Polisi Selidiki Dugaan Penitipan Ilegal
-
Front Anti Militerisme Gelar Aksi di Kementerian HAM, Soroti Konflik dan Kekerasan di Papua
-
Kasus Lupus di Jakarta Terus Naik, DKI Fokus Skrining Perempuan Usia 18 Tahun
-
Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS