Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan persoalan tidak tersalurkannya beasiswa ke luar negeri para pelajar di Papua.
Padahal mereka seharusnya menerima beasiswa itu untuk meniti ilmu ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat hingga Australia.
Hal ini disampaikan Tito usai melantik Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni pada Senin (7/7/2025). Tito pun meminta Agus memberikan perhatian serius pada persoalan ini.
"Tolong satu lagi, yang jadi perhatian dari para pimpinan di Papua, yaitu mengenai anak-anak yang beasiswa di luar. Mereka seperti kehilangan induk, karena banyak, bukan banyak, ada yang nggak nyampe beasiswanya, yang di Australia, di Amerika, dan lain-lain," ujar Tito.
Tito mengatakan, seharusnya beasiswa itu dikirim oleh Pemerintah Daerah Papua setempat. Namun, masalah mulai terjadi ketika adanya pemekaran Provinsi Papua.
"Nah, salah satu persoalannya adalah mereka selama ini dikirim dari pemda Provinsi Papua. Dan kemudian dengan adanya pemekaran ini, kemampuan keuangan Provinsi Papua, kesulitan membayar mereka," kata Tito.
Pemda Papua disebutnya ingin tanggungan beasiswa itu disalurkan oleh provinsi-provinsi baru lantaran keuangan yang kini terpangkas setelah pemekaran.
"Provinsi Papua ingin agar setelah ada pemisahan, pemekaran, anak-anak yang berasal dari daerah itu ya dibiayai oleh daerah asalnya dia," ungkapnya.
"Kalau dia dari Papua Tengah, ya Papua Tengah yang bayar. Kalau dia dari Pegunungan, ya Papua Pegunungan yang bayar Provinsi. Kalau dia Papua Selatan, ya Provinsi Papua Selatan," lanjutnya.
Baca Juga: Mendagri Lantik Agus Fatoni sebagai Pj Gubernur Papua, PSU Jadi Fokus Utama
Ia bahkan menyebut persoalan ini sudah menjadi perhatian dari Menteri Keuangan.
Tito berpesan agar jangan sampai nantinya para pelajar ini mengalami kendala hingga berhenti sekolahnya karena pembayaran beasiswa yang terhambat.
"Ini isu yang sangat penting sekali. kementerian keuangan ke luar negeri berapa kali sudah dia sampaikan sama saya. Anak-anak tersebut, kasihan. Keleleran," ucapnya.
Oleh karena itu, Tito meminta persoalan ini diselesaikan sesuai dengan arahan atau guideline yang sudah ia berikan.
Eks Kapolri itu ingin pembiayaan beasiswa ditanggung daerah asal dari tiap pelajar.
Selain itu, tiap kabupaten atau wilayah tingkat dua juga harus ikut urunan menyelesaikan masalah ini.
"Inventarisir asalnya mana dibelah-belah 4 Provinsi setelah itu dibayar oleh Provinsi masing-masing. Entah oleh Provinsinya atau mungkin dengan urunan dengan para Bupati yang asalnya kampungnya dari anak-anak itu," pungkas Tito.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu