Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi melantik Agus Fatoni sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua di Kantor Kemendagri, Jakartw pada Senin (7/7/2025).
Agus yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri itu menggantikan posisi Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong.
Dalam sambutannya, Tito berpesan kepada Agus untuk menyelesaikan beberapa persoalan di Papua. Salah satu yang utama perlu diperhatikan adalah persiapan menuju penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Papua pada 6 Agustus mendatang.
"Khusus untuk Provinsi Papua dilakukan PSU seluruhnya kalau saya tidak salah ya. Seluruhnya pada tanggal 6 Agustus nanti. Kita berharap pemilu ini dapat berlangsung secara aman, tertib," ujar Tito.
Tito mengatakan, persiapan menuju PSU sudah dilakukan oleh Pj Gubernur sebelumnya, termasuk urusan alokasi anggaran. Eks Kapolri itu menyebut Agus tinggal melanjutkan dan mengeksekusinya.
"Baik untuk KPUD, Bawaslu daerah. Kemudian untuk keamanan juga sudah, keuangan. Tinggal tolong dijaga situasi politiknya supaya betul-betul bisa aman," ungkapnya.
Selama menjabat, Agus juga diminta Tito untuk aktif berkoordinasi dengan para pimpinan dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua. Hal ini dinilainya penting lantaran masyarakat Papua yang tergolong heterogen.
Tito juga meminta Agus yang sudah berpengalaman mengurus keuangan daerah-daerah dan tiga kali menjabat Pj Gubernur untuk membenahi persoalan keuangan di Papua.
"Seandainya ada masalah-masalah yang perlu dikomunikasikan ke pusat ke saya, ke wamen, silakan. Kita carikan solusinya, terutama masalah keuangan," katanya.
Baca Juga: PSN Merusak Tanah Adat: Kisah Penolakan dan Ancaman di Merauke
Usai dilantik, Agus meminta kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) turut menyukseskan pelaksanaan PSU di Papua.
"Saya juga berpesan kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitas, untuk bekerja profesional, tidak ikut politik praktis, dan terus ikut bersama-sama menyukseskan Pilkada," tutur Agus.
Ia juga berjanji akan membenahi APBD Papua yang masih defisit dengan melihat rencana belanja, merestrukturisasi perencanaan, memangkas anggaran yang tidak prioritas, dan fokus menjalankan program yang berdampak ke masyarakat.
"Sehingga nanti tentu akan kita lihat per OPD, per dinas bagaimana anggarannya," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar