Suara.com - Sebuah peristiwa tak biasa bikin heboh, terjadi di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Serang, Banten, pada Senin (7/7/2025). Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, secara mengejutkan melakukan aksi push up di hadapan ratusan pegawai yang sedang mengikuti apel pagi.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Ini adalah bentuk sanksi yang ia jatuhkan kepada dirinya sendiri karena datang terlambat 12 menit untuk memimpin apel rutin tersebut.
"Push up ini bentuk sanksi karena saya terlambat memimpin apel pagi, yang seharusnya dimulai pukul 07.30, tapi saya terlambat 12 menit," kata Agis kepada wartawan, dikutip Senin (7/7/2025).
Agis secara terbuka mengakui kesalahannya. Ia mengungkapkan keterlambatannya disebabkan oleh misinformasi mengenai jadwal apel. Ia mengira apel baru akan dimulai pukul 07.45 WIB.
"Saya pikir awalnya apel mulai jam 07.45, dan ternyata apel itu harusnya mulai jam 07.30, dan saya datang jam 07.42. Ini murni kesalahan dan keterlambatan saya," ujarnya.
Tanpa ragu, di hadapan seluruh anak buahnya, Agis langsung meminta maaf dan mengambil posisi untuk melaksanakan hukuman yang ia tetapkan sendiri, satu push up untuk setiap menit keterlambatannya.
"Izinkan saya melakukan push up sebanyak 12 kali, karena saya terlambat 12 menit," ucapnya sebelum melakukan aksinya yang sontak membuat para peserta apel tertegun.
Video aksi push up sang Wakil Wali Kota Serang ini pun ramai di media sosial.
"Wah kurang sekali lagi push up pak wali," ujar salah satu netizen mengomentari unggahan video sang wali kota di media sosial X.
Baca Juga: Siapakah Andini Permata? Viral Video Bareng Bocil hingga Link Video Syur
Berita Terkait
-
Siapakah Andini Permata? Viral Video Bareng Bocil hingga Link Video Syur
-
Guru di Malaysia Geram, Karangan Siswanya Kok Dipenuhi Bahasa Indonesia? Ini Penyebabnya
-
Viral Mobil Dinas Propam Tapsel Disebut Tabrak Lari-Dikemudikan Anak di Bawah Umur di Medan
-
Tusuk 3 Pesilat Saat Dikeroyok, Pengakuan Ojol Viral: Kalau Diam, Saya Mati
-
KFC Jual Saham Anak Usaha ke Perusahaan Haji Isam Meski Dinilai "Tidak Wajar"
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut