Suara.com - Janji kaya mendadak kembali memakan korban.
Seorang pria berinisial C (41) diringkus Polrestabes Palembang karena menipu seorang warga berusia 62 tahun dengan modus penggandaan uang menggunakan jenglot, minyak gaib, dan kerang mistis.
Kasus ini mengemuka setelah korban berinisial MA, warga Lorong Masjid, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, menyadari bahwa ia telah tertipu hingga total kerugian mencapai Rp110 juta.
Peristiwa ini bermula pada 7 Desember 2024, sekitar pukul 14.00 WIB, ketika korban bertemu dengan pelaku di rumah seorang kerabat di kawasan Jalan Pintu Besi, Kertapati, Palembang.
Dari obrolan biasa, pelaku mengaku sebagai dukun spiritual dengan kemampuan menggandakan uang.
Untuk meyakinkan korban, pelaku menunjukkan alat-alat ritual seperti kerang, minyak khusus, dan bahkan jenglot, yang disebut-sebut sebagai media penarik kekayaan gaib.
Korban yang mulai termakan bujuk rayu pelaku awalnya menyerahkan uang sebesar Rp13,7 juta. Namun setelah itu, pelaku terus meminta tambahan uang dengan dalih proses ritual belum selesai dan masih perlu “biaya pembersihan aura” dan “pembukaan portal rezeki.”
Tanpa curiga, korban terus mengirim uang sedikit demi sedikit hingga akhirnya mencapai total Rp110 juta.
Sayangnya, uang yang dijanjikan bisa berlipat ganda itu tak kunjung muncul. Merasa ditipu, korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Kertapati.
Baca Juga: Kumpul Sahabat Daihatsu 2025 di Palembang Gandeng Komunitas Otomotif dan Promosikan UMKM Lokal
Kapolsek Kertapati, AKP Angga Kurniawan, membenarkan bahwa pelaku telah diamankan dan kini sedang menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Tersangka saat ini ditahan dan kami masih melakukan pendalaman, termasuk kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor,” ujar AKP Angga, Sabtu (5/7/2025).
Pelaku dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Kasus ini menambah daftar panjang praktik penipuan bermodus dukun pengganda uang di Indonesia. Meski zaman sudah digital, kepercayaan terhadap hal-hal mistis masih bisa dieksploitasi oleh oknum untuk meraup untung.
Pengamat budaya dan spiritual lokal menilai bahwa lemahnya literasi keuangan, rendahnya edukasi hukum, dan kebutuhan ekonomi sering membuat masyarakat terjebak pada jalan pintas seperti ini.
Berita Terkait
-
Kumpul Sahabat Daihatsu 2025 di Palembang Gandeng Komunitas Otomotif dan Promosikan UMKM Lokal
-
Wali Kota Palembang Sidak Kantor Lurah Dekat Rumah, Pegawai Panik Lari Kocar-kacir
-
Asyik Joget di Hajatan, Panggung Roboh dan Puluhan Warga Terjatuh
-
Pemekaran Wilayah Komando dan Kesejahteraan Prajurit Jadi Sorotan Legislator
-
Kronologi Pengantin Pria di Palembang Dibacok Sesaat Jelang Akad Nikah, Kini Masih Terbaring di RS
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana