Membongkar Hoaks Populer Seputar Aphelion
Kepanikan yang timbul sering kali disebabkan oleh misinformasi. Mari kita bedah satu per satu hoaks yang paling sering beredar terkait fenomena ini.
1. Hoaks: Aphelion Menyebabkan Cuaca Dingin Ekstrem
Fakta: Ini adalah miskonsepsi paling umum dan sepenuhnya salah.
Faktor utama yang menentukan musim dan suhu di Bumi bukanlah jaraknya dari Matahari, melainkan kemiringan sumbu rotasi Bumi sebesar 23,5 derajat.
Kemiringan inilah yang menyebabkan belahan Bumi yang berbeda menerima paparan sinar Matahari secara langsung pada waktu yang berbeda sepanjang tahun.
Bukti paling telak: Fenomena Aphelion terjadi pada bulan Juli. Pada saat itu, belahan Bumi Utara (seperti Eropa, Amerika Utara, dan Asia) justru sedang mengalami puncak musim panas.
Sebaliknya, belahan Bumi Selatan (seperti Australia, Argentina, dan Indonesia bagian selatan) memang sedang mengalami musim dingin.
Jadi, cuaca dingin yang dirasakan di beberapa wilayah Indonesia pada pertengahan tahun disebabkan oleh faktor musim, seperti angin Monsun Australia, bukan karena Aphelion.
Baca Juga: Aphelion 2025: Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari, Ini Dampaknya bagi Indonesia
2. Hoaks: Aphelion Menurunkan Imunitas dan Menyebabkan Penyakit
Fakta: Tidak ada satu pun bukti ilmiah yang menghubungkan posisi Aphelion dengan penurunan sistem kekebalan tubuh manusia.
Perubahan jumlah energi Matahari yang diterima Bumi antara Aphelion dan Perihelion hanya sekitar 7%.
Variasi sekecil ini tidak memiliki dampak fisiologis yang terukur pada kesehatan manusia. Isu ini murni pseudosains yang diciptakan untuk menimbulkan ketakutan.
3. Hoaks: Aphelion adalah Fenomena Langka dan Berbahaya
Fakta: Aphelion adalah peristiwa astronomi yang terjadi setiap tahun dan dapat diprediksi dengan sangat akurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans
-
Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
-
Pemprov DKI Pertahankan Privilege Mobil Listrik: Bebas Pajak dan Ganjil Genap
-
Eks Bintang Arsenal Alexis Sanchez Bawa Sevilla Keluar dari Zona Degradasi
-
Imbas Tembok Sekolah Roboh, Seluruh Siswa SDN Tebet Barat 08 Terpaksa Belajar Daring Hari Ini
-
Korea Selatan Selidiki Kebakaran Kapal di Selat Hormuz, Penyebab Masih Misterius
-
Ledakan Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 21 Orang, Puluhan Luka-luka
-
Kasus Kanker Masih Tinggi di Indonesia, Pakar Dorong Perawatan yang Lebih Personal
-
Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan
-
Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz