Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan Indonesia kini darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sebab, data terbaru menunjukkan adanya penambahan lebih dari 2.000 kasus hanya dalam kurun waktu dua minggu.
Kondisi genting ini diungkapkan oleh Arifah Fauzi setelah memimpin rapat tingkat menteri di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kamis (10/7/2025).
Rapat tersebut secara khusus membahas efektivitas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Gerakan Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan dan Anak.
"Kami ada rapat tingkat menteri untuk berdiskusi bersama Inpres tentang Gerakan Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan dan Anak," kata Arifah, menggarisbawahi urgensi pertemuan tersebut.
Lonjakan Data yang Mengkhawatirkan
Menteri Arifah memaparkan data yang menjadi dasar kekhawatiran pemerintah.
Sistem pelaporan Kementerian PPPA mencatat angka yang terus meroket dalam waktu singkat.
Sepanjang periode Januari hingga 14 Juni 2025, tercatat sekitar 11.800 laporan kasus kekerasan.
Baca Juga: Suara Live: Gibran Ngantor di Papua? dan Ari Lasso Geram! Rider Musisi Jadi Sorotan
Namun, angka tersebut melonjak drastis dalam beberapa minggu berikutnya.
"Kemudian sampai 7 Juli itu sudah ada di angka 13 ribu. Artinya dalam waktu dua Minggu lebih, jumlah kasus yang terlaporkan sudah di atas 2 ribu," papar Arifah.
Ironisnya, kata dia, kasus terbanyak adalah kekerasan seksual serta korbannya mayoritas perempuan berbagai rentang usia.
Fakta yang lebih memilukan adalah lokasi terjadinya tindak kekerasan.
Alih-alih ruang publik, sebagian besar kasus justru terjadi di lingkungan yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi korban.
"Lokasi terjadinya paling banyak di rumah tangga," tegas Arifah.
Berita Terkait
-
Suara Live: Gibran Ngantor di Papua? dan Ari Lasso Geram! Rider Musisi Jadi Sorotan
-
Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot
-
RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet
-
"Saya Pembantu Prabowo", Jawaban Wapres Gibran Disinggung Penugasan Khusus ke Papua
-
Prabowo dan Lula Sepakat! Indonesia-Brasil Bersatu Atasi Krisis Global dan Reformasi PBB
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah