"Jadi hari ini kita akan mencoba membuktikan kepada kaum non-Muslim dari kitab suci mereka bahwa Nabi Muhammad SAW diutus oleh Tuhan sebagai rasul untuk seluruh umat manusia," katanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, setidaknya ada dua orang yang mengucapkan kalimat syahadat setelah berdialog dengannya dalam acara yang berlangsung selama tiga jam tersebut.
Kata Para Pengamat: Eksklusif tapi Bukan Radikal
Rekam jejak Zakir Naik memang penuh polemik. Ia dilarang berceramah di Kanada dan Bangladesh, serta menghadapi tuduhan penyebaran kebencian dan pencucian uang di negara asalnya, India.
Pengamat keagamaan dari Universitas Paramadina, Budhy Munawar Rachman, menyebut gaya dakwah Zakir Naik "tidak cocok dengan visi Islam Indonesia yang mengedepankan moderasi beragama".
"Pendekatan [Zakir Naik] itu terlalu melihat agama, dalam hal ini Islam, sebagai satu-satunya kebenaran, dan tidak ada kebenaran di agama yang lain," tutur Budhy.
Meski demikian, Budhy menekankan bahwa Zakir Naik bukanlah sosok yang menganjurkan kekerasan.
"Dia bukan radikal, hanya eksklusif, cenderung intoleran," ujarnya.
Sementara itu, pengamat terorisme, Al-Chaidar, melihat dakwah komparatif ini sebagai bagian dari "rasionalisme beragama". Ia juga menegaskan bahwa meski namanya kerap dikaitkan dengan kelompok militan, pendakwah itu sejatinya tidak setuju dengan tafsiran radikal.
Baca Juga: Arek Malang Tolak Zakir Naik: Benarkah Dakwahnya Provokatif? Ini 5 Poin Kontroversialnya
"[Sosoknya] sangat sederhana, sangat lembut, dan tidak radikal sama sekali," ujarnya.
Menanggapi polemik ini, publik disarankan untuk bersikap proporsional dan kritis.
"Tanpa terjebak pada dua ekstrem: terlalu memuja atau terlalu membenci," ujar Budhy.
"Jangan menelan mentah-mentah, tapi juga jangan langsung menolak tanpa mendengarkan," tambah dia.
Berita Terkait
-
Arek Malang Tolak Zakir Naik: Benarkah Dakwahnya Provokatif? Ini 5 Poin Kontroversialnya
-
Profil Dr Zakir Naik Safari Ceramah di Indonesia: dari Pisau Bedah hingga Bisnis Jutaan Dolar
-
Zakir Naik Ceritakan Perjalanan Spiritual: Dari Dokter Bedah hingga Ogah Ambil Uang Dakwah
-
Raup Omzet Jutaan Dolar dari Bisnis, Zakir Naik Pilih Hidup Sederhana Pakai Rp8 Juta per Bulan
-
Dituduh Danai Terorisme, Intip 3 Sudut Apartemen Sederhana Zakir Naik di Malaysia
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres