Suara.com - Kehadiran ulama Zakir Naik di Solo hingga Malang baru-baru ini menyedot perhatian publik. Profil Dr Zakir Naik pun mulai diperbincangkan.
Ribuan pasang mata, dari berbagai latar belakang agama, menjadi saksi dari ceramah Zakir Naik yang digelar di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Namun, di balik panggung yang megah dan sorotan media, terdapat sisi-sisi lain dari seorang ulama Zakir Naik yang jarang terungkap sepenuhnya.
Dalam profil Dr Zakir Naik bukan sekadar pendakwah. Ia adalah seorang mantan dokter bedah, pebisnis dengan omzet jutaan dolar, sekaligus sosok yang hidup dengan kesederhanaan sekaligus kontroversi.
Artikel ini tidak hanya akan melaporkan jalannya dakwah di Solo, tetapi juga mengupas lapisan-lapisan kompleks yang membentuk profil dr Zakir Naik, seorang tokoh ulama Islam terkemuka saat ini.
Jejak Sang Ahli Bedah di Panggung Dakwah
Sebelum dikenal sebagai orator ulung agama Islam, Zakir Abdul Karim Naik adalah seorang profesional medis.
"Saya awalnya adalah dokter. Orangtua saya juga seorang dokter. Jadi kami adalah keluarga dokter," ujar Zakir Naik seperti dalam video di kanal YouTube Richard Lee.
Lulus dengan gelar Sarjana Kedokteran dan Bedah (MBBS) dari Maharashtra, ia adalah seorang dokter bedah yang dihormati.
Namun, sebuah kegelisahan spiritual mendorongnya untuk menukar pisau bedah dengan mikrofon.
Baca Juga: Zakir Naik Ceritakan Perjalanan Spiritual: Dari Dokter Bedah hingga Ogah Ambil Uang Dakwah
"Saya memilih dokter karena saya merasa dokter adalah pekerjaan terbaik dalam hidup. Tapi ketika saya menemukan pekerjaan yang lebih baik (dakwah), di mana kita merawat manusia secara spiritual, itu jauh lebih kuat dibandingkan kita merawat seseorang secara fisik dan medis," katanya.
Perjalanan spiritualnya ini bukanlah keputusan instan. Ia terinspirasi oleh Ahmed Deedat, pendakwah legendaris lainnya, dan merasa terpanggil untuk mendedikasikan hidupnya pada dakwah.
Uniknya, latar belakang medisnya tidak ia tinggalkan begitu saja. Ia membawa metode analisis, logika berbasis bukti, dan pendekatan sistematis dari dunia kedokteran ke dalam cara ia berdakwah.
Hal ini menjadi ciri khasnya, di mana setiap argumen selalu ia coba dasari dengan kutipan dari berbagai kitab suci dan data ilmiah—sebuah pendekatan yang membuatnya dikagumi sekaligus dikritik.
Mimbar Dakwah Zakir Naik di Solo
Acara di Solo menjadi bukti nyata bahwa magnet Dr Zakir Naik belum pudar. Bertajuk "Public Lecture", acara ini secara eksplisit terbuka untuk umum, termasuk bagi mereka yang non-Muslim.
Panitia bahkan menyediakan jalur khusus bagi peserta non-Muslim yang ingin bertanya langsung.
Berita Terkait
-
Zakir Naik Ceritakan Perjalanan Spiritual: Dari Dokter Bedah hingga Ogah Ambil Uang Dakwah
-
Raup Omzet Jutaan Dolar dari Bisnis, Zakir Naik Pilih Hidup Sederhana Pakai Rp8 Juta per Bulan
-
Dituduh Danai Terorisme, Intip 3 Sudut Apartemen Sederhana Zakir Naik di Malaysia
-
Zakir Naik Dikabarkan Mau ke Indonesia, Abu Janda 'Kepanasan' Desak Pemerintah Tak Terima
-
Singgung soal Piala Dunia 2022, Ini Deretan Kontroversi Zakir Naik
Terpopuler
- 8 Sepatu Skechers Diskon hingga 50% di Sports Station, Mulai Rp300 Ribuan!
- Cek Fakta: Jokowi Resmikan Bandara IMIP Morowali?
- Ramalan Shio Besok 29 November 2025, Siapa yang Paling Hoki di Akhir Pekan?
- 7 Rekomendasi Sepatu New Balance Diskon 70 Persen di Foot Locker
- 3 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka Terbaik Diskon 70 Persen di Foot Locker
Pilihan
-
Kids Dash BSB Night Run 2025 Jadi Ruang Ramah untuk Semua Anak: Kisah Zeeshan Bikin Terharu
-
Profil John Herdman, Pesaing Van Bronckhorst, Calon Pelatih Timnas Indonesia
-
Info A1! Orang Dekat Giovanni van Bronckhorst Bongkar Rumor Latih Timnas Indonesia
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
Terkini
-
Sadis! Komplotan Perampok di Tangsel Keroyok Korban, Disekap di Mobil Sambil Dipaksa Cari Orang
-
AHY Pimpin Penyelamatan Korban Banjir Sumatra, Ungkap Penyebabnya Topan Tropis Langka
-
PBNU Makin Panas, Wasekjen Sebut Pemecatan Gus Yahya Cacat Prosedur: Audit Belum Selesai
-
Tangis Ira Puspadewi Kenang Gelapnya Kamar Penjara: Dihindari Teman, Cuma Bisa Ngobrol Sama Tuhan
-
Legislator Nasdem Minta Gelondongan Kayu Pasca-banjir Sumatera Diinvestigasi
-
Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Dunia Jadi 442 Orang
-
Wasekjen PBNU Skakmat Syuriyah: Aneh, Gus Yahya Dipecat Dulu Baru Dicari Faktanya
-
Tragedi Banjir Aceh: Korban Tewas Jadi 96 Orang, 113 Hilang, Puluhan Ribu Keluarga Mengungsi
-
Momen Emosional Ira Puspadewi di Acara Syukuran Usai Bebas Penjara: Ini Mimpi Enggak Ya?
-
Saat Kurir Jatuh, Siapa yang Menolong? Ketika BPJS Ketenagakerjaan Jadi Penolong Pekerja Informal