Suara.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkap sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Indonesia timur, khususnya Papua.
Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya mitra yang bersedia bekerja sama di wilayah tersebut.
“Jarang ada mitra mau masuk di Papua. Kemudian kami juga belum berkoordinasi secara intens dengan pemerintah daerah,” kata Dadan saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/7/2025).
Dadan menjelaskan, untuk menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu, Papua membutuhkan 400 hingga 600 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Setiap SPPG nantinya akan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Namun, saat ini baru ada 63 SPPG yang beroperasi di Papua.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dadan menyebut pihaknya akan segera memanggil para kepala daerah dari Papua guna melakukan koordinasi dan penyusunan strategi percepatan program. Pertemuan itu rencananya akan digelar di Jakarta pada akhir Juli.
“Jadi kami akan koordinasi di Jakarta dengan seluruh kepala daerah di Papua. Nanti kami akan menyusun strategi bagaimana percepatan makan bergizi di Papua mulai Agustus,” ujarnya.
Dadan juga menyoroti perbedaan pendekatan pelaksanaan MBG antara wilayah padat penduduk dan daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) seperti Papua.
Di daerah padat seperti Jawa, pembangunan SPPG masih bisa bergantung pada kemitraan dalam hal pembiayaannya. Namun di wilayah terpencil, pemerintah harus turun tangan langsung dengan menggu akan kas negara.
Baca Juga: RI Tetap Terkena Tarif Trump 32 Persen, CELIOS Desak Prabowo Reshuffle Kabinet
“Kalau di daerah, di mana ada agregasi penduduk, aglomerasi, itu pasti mitra. Tetapi di daerah-daerah terpencil, itu dana APBN yang masuk,” tuturnya.
Menurut dia, rendahnya minat mitra untuk mengelola program MBG di Papua membuat pemerintah harus membangun fasilitas dapur secara langsung guna memastikan program tetap berjalan.
Program MBG merupakan salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo, yang ditujukan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia.
Namun implementasi program tersebut di wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas seperti Papua, masih menghadapi sejumlah hambatan serius.
Catatan BGN hingga 10 Juli 2025, jumlah SPPG di Indonesia tercatat sebanyak 1.928 unit. BGN menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 2.994 unit pada akhir Juli, 8.000 unit di Agustus, 14.000 unit pada September, dan 22.000 unit pada Oktober. Pada akhir tahun 2025, target jumlah SPPG dipatok mencapai 30.000 unit dan akan terus ditingkatkan hingga 2026.
Berita Terkait
-
Produksi Dalam Negeri Tak Cukup, Jadi Alasan Pemerintah Buka Keran Impor Food Tray untuk MBG
-
Rp335 Triliun untuk MBG, BGN Ungkap Rincian Anggaran Jumbo di DPR
-
Suara Live: Gibran Ngantor di Papua? dan Ari Lasso Geram! Rider Musisi Jadi Sorotan
-
Tarif Trump 32 Persen Buat Menteri Ekonomi Prabowo Kebakaran Jenggot
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!