Jika memang terbukti melakukan pelanggaran lingkungan, seperti merusak lingkungan, maka Dedi tidak segan-segan akan menindaknya.
“Tidak usah khawatir, saya pasti memberikan tindakan pada siapapun, mau besar mau kecil, apabila melakukan pelanggaran lingkungan,” ujar Dedi.
“Salam Hormat ya.. tetap konsisten sama-sama menjaga lingkungan,” sambungnya.
Sejak awal bulan, Kali Cilemahabang sudah terpantau dipenuhi dengan limbah B3, berupa busa. Warga setempat menyebut bahwa busa muncul dipermukaan kali setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.
Selain dipenuhi dengan busa, aliran air di Kali Cilemahabang juga tercium mengeluarkan bau tidak sedap.
Hal ini menurut warga sekitar, Irfan cukup menganggu. Irfan juga mencatat adanya perubahan perilaku pada ikan-ikan yang berada di kali tersebut.
Berdasarkan pengamatan warga, sejumlah ikan terlihat berenang tidak beraturan dan tampak lemas.
Irfan menduga kondisi ini terjadi akibat adanya limbah yang mengalir dan mencemari Kali Cilemahabang, sehingga memicu munculnya busa serta mempengaruhi kualitas air.
Baca Juga: Efek Kebijakan 50 Siswa di Jabar: Sekolah Swasta Terancam Kosong, DPR Desak Menteri Turun Tangan
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi mengenai sumber limbah yang menyebabkan kali berbusa dan mengeluarkan bau tidak sedap.
Warga berharap pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan kualitas air dan menindaklanjuti kondisi tersebut untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Kali Cilemahabang menjadi salah satu aliran Sungai yang melintasi kawasan industri dan pemukiman di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Sungai tersebut memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat, termasuk sebagai aliran irigasi dan pendukung aktivitas warga sekitar.
Pencemaran Kali Cilemahabang Akibatkan Krisis Air Bersih
Pencemaran air Kali Cilemahabang di Desa Waluya, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi membuat Masyarakat sekitar mengalami krisis air bersih.
Kondisi air tersebut menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Selain kesulitan dalam kegiatan MCK, pencemaran air juga mempengaruhi Kesehatan warga khususnya yang tinggal di bantaran kali.
Banyak warga yang mengalami gatal-gatal dan gangguan pernapasan, karena sehari-hari mencium bau menyengat yang menguap dari kali.
Warga menduga pencemaran air tersebut berasal dari limbah pabrik yang sengaja dibuang ke kali oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz
-
Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang
-
Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?
-
Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot
-
Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga
-
Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah
-
Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun
-
Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan
-
Harga Minyak Langsung Ugal-ugalan Usai Amerika Serang Iran Lagi
-
Ada Larangan Baru! Jemaah Haji Indonesia Dilarang Keluar Tenda di Jam Berikut, Ini Alasannya