Suara.com - Di tengah kesedihan atas kegagalan Persib Bandung di Piala Presiden 2025, Gubernur Dedi Mulyadi membalikkan narasi dengan menonjolkan kemenangan Jawa Barat sebagai tuan rumah yang sukses, ramah, dan sportif.
Dedi Mulyadi mengubah narasi kekalahan Persib Bandung dalam laga Piala Presiden 2025 menjadi kemenangan dalam penyelenggaraan.
Persib Bandung boleh jadi gagal melaju ke final Piala Presiden 2025 dan meninggalkan kesedihan bagi warga Jawa Barat. Namun, Gubernur Dedi Mulyadi dengan cerdik menggunakan humor untuk membingkai ulang kegagalan tersebut.
Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan kekalahan tim kesayangannya adalah bentuk "penghormatan" tertinggi tuan rumah kepada tamunya, sembari menyoroti kesuksesan Jabar yang sesungguhnya sebagai penyelenggara event internasional.
Menanggapi hasil kurang memuaskan yang diraih Persib setelah kalah 0-2 dari Port FC Thailand dan imbang 1-1 lawan Dewa United, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih untuk tidak meratapi.
Ia justru menyampaikannya dengan kelakar, menyebut kegagalan Persib bukan karena kurangnya kemampuan, melainkan sebagai cerminan sikap tuan rumah yang baik.
"Jabar mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kejuaraan bergengsi walau saya bersedih karena Persib tak masuk final," kata Dedi Mulyadi dilansir dari ANTARA, Sabtu 12 Juli 2025.
"Ini bukan karena Persib tak hebat tapi Persib sangat menghormati tamu. Jangankan juara 1, juara 3 aja tidak diambil. Karena tuan rumah yang baik adalah yang menghormati tamunya," imbuhnya.
Dedi menekankan bahwa di balik kekalahan Persib Bandung di lapangan hijau, Jawa Barat justru memanen "hadiah" yang lebih besar.
Baca Juga: Ole Romeny Bisa Main di Final Piala Presiden 2025 usai Kena Tekel Horor Paulinho Arema?
Ia menunjuk pada kebahagiaan anak-anak yang mendapatkan tontonan sepak bola berkualitas, serta terjalinnya persaudaraan baru tidak hanya dengan klub dari Malang dan Tangerang, tetapi juga hingga Inggris dan Thailand.
"Tentu ini adalah cermin bahwa Jabar provinsi terbuka bagi siapa pun, orang Sunda mah menerima ke siapa saja, Someah. Dan tentu hadiah lainnya adalah kita berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, aman, dan penuh sportivitas, belum lagi dampak ekonomi yang didapat dari ajang ini," papar Dedi.
Apresiasi terhadap peran Jawa Barat sebagai tuan rumah juga datang dari Ketua Steering Committee Piala Presiden 2025, Maruarar Sirait.
Ia memuji kesiapan dan keramahan Jabar, sekaligus menyoroti bahwa turnamen ini berjalan sukses tanpa menggunakan uang negara, berkat dukungan sponsor senilai Rp68 miliar.
"Dalam ajang ini juga Presiden menekankan fair play, tidak ada pengaturan skor, sogok menyogok atau lainnya. Dan hadirnya tim dari Oxford dan Thailand ini baru pertama kali, semoga ke depan lebih banyak klub hebat dunia tampil di Piala Presiden. Terima kasih Pak Gubernur, Jawa Barat telah jadi tuan rumah yang baik," kata Maruarar Sirait.
Pada akhirnya, panggung final Piala Presiden 2025 yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu, 13 Juli 2025 akan menjadi milik para "tamu", yaitu Oxford United dari Inggris dan Port FC dari Thailand, sejalan dengan kelakar sang gubernur. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ole Romeny Bisa Main di Final Piala Presiden 2025 usai Kena Tekel Horor Paulinho Arema?
-
Viral, Netizen Tantang Dedi Mulyadi Usut Limbah B3 di Kali Cilemahabang, Ini Jawabannya
-
Skandal Paulinho Tukang Jagal Ole Romeny! Dicap Bodoh oleh Suporter Brasil
-
Piala Presiden 2025: Turnamen yang Kompetitif dan Bikin Nasi Kotak Indonesia Mendunia
-
Dedi Mulyadi Atur Jam Masuk MPLS Lebih Pagi dan Libatkan TNI/Polri, DPR Wanti-wanti Hal Ini
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029