Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah, memastikan segera melakukan pemerataan layanan dan akses kesehatan khususnya di wilayah terpencil di daerah tersebut.
"Tentunya kami berkomitmen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap akses transportasi darurat dan fasilitas pendukung di wilayah pedalaman, khususnya di Kecamatan Pinembani," kata Bupati Donggala Vera Elena Laruni kepada media.
Ia mengemukakan pentingnya akses menuju wilayah terpencil seperti di Pinembani sehingga tidak ada lagi kejadian jenazah yang diangkut menggunakan sepeda motor.
"Pemerintah daerah turut berduka cita atas wafatnya salah satu petugas kesehatan bernama Ariel Sharon yang bertugas di wilayah Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala," ucapnya.
Ia menuturkan yang bersangkutan meninggal dunia saat bertugas menjalankan tanggung jawabnya di Desa Palentuma, Kecamatan Pinembani.
"Karena keterbatasan infrastruktur dan mobil pelayanan ambulans, jenazah Ariel hanya dapat dibawa menggunakan sepeda motor oleh warga setempat untuk menuju rumah duka di Kota Palu," sebutnya.
Vera menjelaskan sudah mengevaluasi secara serius dan tegas terhadap Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya di daerah itu perihal yang menimpa salah satu nakes di Kecamatan Pinembani tersebut.
"Saya sudah instruksikan Kepala Dinas Kesehatan Donggala untuk memberikan dukungan penuh kepada keluarga Ariel Sharon baik secara moril maupun administratif," kataya.
Menurut dia, pemerintah daerah segera segera melakukan audit terhadap fasilitas kesehatan yang ada di Pinembani dan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala.
Baca Juga: Hasil Autopsi Juliana Marins Bikin Medsos Panas, Netizen Internasional Saling Serang
"Sudah kami perintahkan Dinkes menyusun langkah percepatan pembangunan akses jalan dan transportasi medis di daerah-daerah kritis dan terpencil," ujarnya.
Diketahui Ariel merupakan Pegawai BKKBN Kecamatan Pinembani Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Ariel meninggal dunia di Desa Palentuma Pinembani dan saat jenazahnya hendak dibawa kerumah duka di Kota Palu hanya menggunakan sepeda motor.
"Untuk transportasi dari Pinembani ke Kota Palu terpaksa harus dibonceng dengan motor karena Ambulance Kecamatan Pinembani masih rusak dan akses ke wilayah itu jalannya belum di aspal sehingga jika hujan sering terjadi longsor," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Lempar Bom ke Sekolah, Siswa SMP di Kubu Raya Ternyata Terpapar TCC dan Jadi Korban Perundungan
-
Galon Air Minum Tampak Buram dan Kusam? Waspadai Risiko BPA Semakin Tinggi
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Peran Aktif Pemda Perbarui Data DTSEN
-
Mahfud MD Tercengang Adies Kadir Tiba-tiba Muncul Jadi Calon Hakim MK: Tapi Itu Tak Melanggar Hukum
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX