Suara.com - Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa dokter Tifa hingga kini menyoroti polemik kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi. Tak sendirian, dokter Tifa juga mendapat dari dukungan dari tokoh lain seperti mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo dan ahli forensik digital Rismon Sianipar.
Terbaru, baik dokter Tifa dan Roy Suryo sama-sama mengklaim telah mendapatkan barang bukti baru berupa dokumen ijazah asli dari mahasiswa Fakultas Kehutanan lainnya yang lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1985.
Tak hanya ijazah, dokumen tersebut juga mencakup transkrip nilai. Hal tersebut disampaikan oleh dokter Tifa melalui cuitan di akun X resmi miliknya @DokterTifa.
"Melalui konferensi pers bersama Tim Kuasa Hukum dr Tifa, anda bisa mendengarkan bahwa dr Tifa sudah menemukan tiga bundel dokumen ijazah asli, transkrip asli UGM, yang diterima oleh dr Tifa dalam kurun waktu 9-12 Juli 2025. Ditambah dengan lima bundel dokumen mahasiswa UGM yang diterima oleh mas doktor Roy Suryo," tulis dokter Tifa.
Dengan total delapan bundel dokumen, dokter Tifa mengklaim bahwa penampakan ijazah UGM tersebut berbeda dengan yang ditayangkan oleh Bareskrim Polri sebelumnya.
"Dan untuk diketahui bahwa ijazah, transkrip, dan beberapa dokumen yang kami terima, sangat berbeda dibandingkan dengan ijazah, transkrip, dan dokumen-dokumen lain yang dipresentasikan oleh Bareskrim tanggal 22 Mei 2025 lalu. Berdasarkan keterangan Pak Beathor Suryadi, Politikus PDIP bahwa ijazah Jokowi dibuat di Pasar Pramuka tahun 2012, maka tidak heran jika sangat berbeda," tambahnya.
Dalam cuitan tersebut, dokter Tifa juga mengunggah cuplikan video singkat dari konferensi pers yang diadakannya. Ia mengklaim kini telah mengamankan dokumen berupa ijazah Fakultas Kehutanan yang dimiliki oleh alumni UGM lainnya.
"Allah mengizinkan saya untuk mendapatkan sebuah seperangkat dokumen yang sangat penting bagi kasus ini, yaitu dokumen asli dari sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yang wisuda atau lulus tahun 1985 dan saya beserta beberapa teman menjemput sendiri dokumen yang sangat penting tersebut berupa satu lembar ijazah asli yang dikeluarkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tahun 1985 beserta dengan transkrip nilai dari yang bersangkutan dan dokumen itu sudah ada pada kami," ungkap dokter Tifa.
Lebih lanjut, dokter Tifa menambahkan bahwa dokumen yang diperolehnya dan Roy Suryo akan menjadi barang bukti yang penting dalam perkara dugaan ijazah palsu Jokowi ini.
Baca Juga: Penasihat Kapolri Prediksi 5 Tersangka Ijazah Jokowi, Roy Suryo dan Rismon Sianipar Pasti Kena?
"Dan pada saat waktu dan tempat di mana kami jumpai dokumen tersebut, saya sangat terperanjat, tercengang, dan mengucap syukur alhamdulillah karena dokumen-dokumen ini akan menjadi sebuah penjelasan yang sangat penting terkait dengan polemik ijazah yang sudah menjadi pertanyaan besar, kegelisahan besar, bagi seluruh rakyat Indonesia selama kurang lebih 10 tahun dan ini adalah sebuah bukti, satu bundel bukti yang sangat otentik tentang bagaimana sesungguhnya dokumen dalam bentuk ijazah itu dikeluarkan oleh Universitas Gadjah Mada," sambungnya lagi.
Menurut dokter Tifa, perbedaan antara ijazah yang diterimanya dengan ijazah yang ditampilkan oleh Bareskrim Polri sangat terlihat berbeda dari segi kualitas.
"Kenapa saya terperanjat? Karena ternyata ijazah sarjana atau yang kemudian bergelar insinyur pada waktu itu yang dikeluarkan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu adalah sebuah ijazah yang sangat indah. Indah dan sangat berkualitas. Artinya betul-betul selayaknya sebuah ijazah yang dikeluarkan oleh universitas terbaik, ternama, yaitu Universitas Gadjah Mada," timpal dokter Tifa.
Setidaknya terdapat lima lapis pengaman yang digunakan oleh Universitas Gadjah Mada dalam ijazah yang diterimanya.
"Dan saya sambil berdiskusi dengan teman-teman juga yang hadir untuk menjemput ijazah dan transkrip tersebut melihat, bahwa ternyata Universitas Gadjah Mada mempersiapkan ijazahnya dengan sangat bagus, sempurna, dan paripurna. Artinya paripurna itu adalah bahwa ijazah dibuat sedemikian rupa, sulit sekali dipalsukan karena kami hitung ada sekitar lima layer pengamanan yang ada pada selembar ijazah tersebut," bebernya lagi.
Meski begitu, dokter Tifa masih belum bisa membongkar seluruh temuannya terkait ijazah yang diperolehnya tersebut. Tetapi, ia berjanji akan membongkarnya di waktu yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029