Suara.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai adanya "agenda besar" untuk men-downgrade atau menurunkan reputasinya sontak menjadi sorotan tajam di panggung politik nasional.
Diucapkan di tengah panasnya isu tudingan ijazah palsu yang terus bergulir, momentum ini memicu spekulasi liar: apakah ini curahan hati seorang eks kepala negara yang lelah diserang, atau sebuah gebrakan politik cerdas untuk membalikkan keadaan?
Bagi sebagian kalangan, manuver ini adalah strategi klasik dalam politik yang bertujuan mengalihkan fokus publik.
Ketika sebuah isu konkret seperti keabsahan ijazah mulai mengancam citra, memunculkan musuh tak terlihat atau "agenda besar" yang misterius bisa menjadi cara ampuh untuk mengubah narasi.
Publik yang semula mempertanyakan bukti-bukti faktual, kini diajak untuk menebak-nebak siapa dalang di balik konspirasi tersebut.
Taktik ini, menurut sejumlah pengamat, mirip dengan cara-cara yang digunakan oleh rezim-rezim terdahulu.
Menciptakan sebuah ancaman abstrak seringkali efektif untuk meredupkan isu-isu krusial yang lebih substantif.
Pertanyaan publik pun bergeser, dari "apakah ijazah itu asli?" menjadi "siapa yang punya agenda besar ini?".
Dalam sebuah diskusi yang mengupas tuntas masalah ini, perdebatan mengenai tujuan di balik pernyataan Jokowi menjadi sangat menarik.
Baca Juga: Curhat Jokowi Merasa Didowngrade, Serangan Politik atau Momen Dongkrak Popularitasnya Jelang 2029?
Salah satu pertanyaan kunci yang muncul adalah kemungkinan bahwa manuver ini sengaja dirancang agar publik melupakan isu ijazah.
Seperti yang dilontarkan dalam diskusi tersebut, "Tidak lagi fokus kepada ijazah palsu, tapi agenda besarnya yang dicari-cari publik nantinya".
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Projo, Freddy Damanik , memberikan analisis yang mendalam.
Menurutnya, isu ijazah palsu tidak akan serta-merta hilang. Proses hukum yang sudah berjalan akan memastikan isu ini kembali mencuat di setiap tahapannya.
"Pasti ramai lagi ijazah palsu ini. Karena, proses sudah masuk penyidikan. Ketika nanti diumumin tersangka, ini akan naik lagi. Ketika persidangan, ini akan naik lagi," ujar dia dikutip Rabu (16/7/2025).
Namun, ia juga melihat adanya peluang yang dimainkan oleh pihak Jokowi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
KAI Catat 88 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Selama Libur Isra Mikraj
-
Pelaku Asusila di Bus Transjakarta Koridor 1A Diproses Hukum
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah