Serangan negatif yang bertubi-tubi justru bisa dikelola menjadi keuntungan politik.
Dengan memposisikan diri sebagai pihak yang terzalimi oleh sebuah agenda besar, simpati publik berpotensi diraih.
Narasi negatif diubah menjadi narasi positif untuk mendongkrak kembali popularitas.
"Isu yang tadinya negatif menyerang ini, untuk Pak Jokowi akan menjadi positif. Sehingga popularitasnya, elektabilitasnya semakin meningkat, kemudian kesukaan masyarakat kepada Pak Jokowi terus meningkat juga, kembali meningkat. Itulah yang mau dimainkan Pak Jokowi dalam hal ini. Dan itu sah-sah saja, gitu lho," tambahnya.
Analisis ini sejalan dengan pandangan bahwa setiap serangan dalam politik dapat menjadi pedang bermata dua.
Bagi seorang politisi ulung, serangan yang datang bukan hanya untuk ditangkis, tetapi juga untuk dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun kembali citra dan dukungan.
Jokowi, dengan pengalamannya selama satu dekade lebih di panggung politik nasional, dinilai sangat memahami dinamika ini.
Pernyataannya soal "agenda besar" bisa jadi adalah sebuah langkah catur yang telah diperhitungkan dengan matang, sebuah upaya untuk tidak hanya bertahan dari serangan, tetapi juga keluar sebagai pemenang dalam pertarungan persepsi publik.
Baca Juga: Curhat Jokowi Merasa Didowngrade, Serangan Politik atau Momen Dongkrak Popularitasnya Jelang 2029?
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Haji 2026 Dimulai: 391 Jemaah Kloter Pertama Resmi Bertolak ke Madinah via Bandara Soetta
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal