Serangan negatif yang bertubi-tubi justru bisa dikelola menjadi keuntungan politik.
Dengan memposisikan diri sebagai pihak yang terzalimi oleh sebuah agenda besar, simpati publik berpotensi diraih.
Narasi negatif diubah menjadi narasi positif untuk mendongkrak kembali popularitas.
"Isu yang tadinya negatif menyerang ini, untuk Pak Jokowi akan menjadi positif. Sehingga popularitasnya, elektabilitasnya semakin meningkat, kemudian kesukaan masyarakat kepada Pak Jokowi terus meningkat juga, kembali meningkat. Itulah yang mau dimainkan Pak Jokowi dalam hal ini. Dan itu sah-sah saja, gitu lho," tambahnya.
Analisis ini sejalan dengan pandangan bahwa setiap serangan dalam politik dapat menjadi pedang bermata dua.
Bagi seorang politisi ulung, serangan yang datang bukan hanya untuk ditangkis, tetapi juga untuk dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun kembali citra dan dukungan.
Jokowi, dengan pengalamannya selama satu dekade lebih di panggung politik nasional, dinilai sangat memahami dinamika ini.
Pernyataannya soal "agenda besar" bisa jadi adalah sebuah langkah catur yang telah diperhitungkan dengan matang, sebuah upaya untuk tidak hanya bertahan dari serangan, tetapi juga keluar sebagai pemenang dalam pertarungan persepsi publik.
Baca Juga: Curhat Jokowi Merasa Didowngrade, Serangan Politik atau Momen Dongkrak Popularitasnya Jelang 2029?
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Ulasan Anggur Kemurkaan: Kisah Tragis Keluarga Joad di Tengah Krisis Amerika
-
Tragedi Rem Blong di Jombang: Truk Seruduk Buruh Pabrik, Dua Nyawa Melayang Seketika
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Sinopsis 72 Hours, Film Komedi tentang Pesta Bujangan Berujung Kekacauan
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto
-
Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun
-
DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik
-
Parfum Apa yang Aromanya Maskulin? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dari Brand Lokal
-
Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun
-
Ambisi Besar Changan Gempur Pasar Otomotif Indonesia Lewat Belasan Model Baru