Indonesia dituntut untuk pandai bermanuver agar tidak terjebak dalam pusaran konflik kepentingan atau hanya menjadi pion dalam catur geopolitik negara-negara adidaya.
Lebih jauh, Rocky Gerung menyoroti adanya potensi pergeseran fungsi aliansi ini dari sekadar forum ekonomi menjadi kekuatan keamanan. Gagasan pembentukan kekuatan militer bersama di internal BRICS menjadi perhatian serius.
"Ada rencana BRICS membentuk pasukan perdamaian, yang bisa dianggap menyaingi PBB dan menjadi fakta militer," tambahnya.
Meski belum terwujud, wacana pembentukan pasukan perdamaian atau arsitektur keamanan alternatif ini telah dibahas dan dapat mengubah lanskap keamanan global secara drastis.
Jika "fakta militer" BRICS ini menjadi kenyataan, Indonesia harus memiliki strategi yang matang untuk menyikapinya, sejalan dengan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif.
Analisis tajam dari Rocky Gerung ini menggarisbawahi bahwa keputusan Prabowo membawa Indonesia ke BRICS adalah sebuah pedang bermata dua.
Di satu sisi, ia membuka gerbang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya tawar dan pengaruhnya di tingkat global.
Di sisi lain, risiko menjadi "proksi" dan munculnya dimensi militer BRICS menuntut navigasi politik yang cermat dan kepemimpinan yang kuat untuk menjaga kedaulatan serta independensi nasional di tengah era multipolar yang penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Prabowo Buka Suara Soal Tarif Impor AS: Semua Sudah Dihitung, Rakyat yang Utama!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali
-
Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital
-
KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif
-
Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo
-
Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati
-
Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia
-
Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'
-
Hasto PDIP: Dukung Palestina Bukan Sekadar Politik, Tapi Mandat Hukum Semangat Bandung
-
Hampir Tiga Tahun Genosida di Palestina oleh Israel, Berapa Korbannya?
-
11 Ilmuwan Nuklir AS, Termasuk Penemu Antigravitasi, Tewas dan Hilang Misterius