Suara.com - Pemerintah Malaysia terus berupaya bernegosiasi terkait penerapan tarif impor yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Guna mengurangi dampak negatif penerapan tarif tersebut terhadap perekonomian nasional.
Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke, sebagaimana dilansir dari Kantor Berita Malaysia BERNAMA, di Kuala Lumpur, Rabu 16 Juli 2025.
Berharap bahwa negosiasi yang sedang berlangsung dengan pemerintah AS menjelang kemungkinan penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap Malaysia mulai 1 Agustus, akan membantu mengurangi dampak terhadap industri maritim negara tersebut dan memastikannya tetap kompetitif.
la mencatat bahwa sektor maritim saat ini berkinerja baik, didukung oleh volume perdagangan yang lebih tinggi di pelabuhan yang dioperasikan oleh MMC Corporation Bhd dan Westports Holdings Bhd.
"Saat ini, kinerja kami baik. Kalau kita lihat pelabuhan-pelabuhan kami, kinerjanya sangat baik karena volumenya meningkat," ujarnya.
"Faktanya, kami sedang menunggu pengumuman dari Lloyd's List pada bulan Agustus ini yang akan mengonfirmasi bahwa Pelabuhan Klang termasuk dalam 10 pelabuhan tersibuk di dunia," ujarnya.
Oleh karena itu, kata Loke, pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan semua saluran diplomatik yang tersedia guna mengamankan kesepakatan yang lebih baik dengan AS.
"Kami memanfaatkan keunggulan diplomatik kami untuk menegosiasikan hasil yang lebih baik sehingga kami berharap dapat mengurangi dampak negatif apa pun," ujarnya.
Baca Juga: Donald Trump Ketok Tarif Impor 19% untuk Indonesia
Diberitakan pekan lalu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Malaysia akan melanjutkan negosiasi dengan AS menyusul penerapan tarif impor sebesar 25 persen pada produk Malaysia.
Loke mengatakan pelabuhan di Malaysia memainkan peran penting dalam perekonomian negara, mendukung perdagangan dan meningkatkan kemampuan logistik.
la mengatakan bahwa meskipun adanya ketidakpastian global, Malaysia telah mempertahankan posisinya sebagai pusat maritim terkemuka.
Loke mengatakan Pelabuhan Klang dan Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP) terus memimpin, secara konsisten menempati peringkat di antara pelabuhan laut tersibuk di dunia, dan diharapkan akan menetapkan tolok ukur kinerja baru dalam beberapa pekan mendatang.
Di Malaysia sekitar 96,4 persen perdagangan negara ini diangkut melalui laut. Pada 2024, Malaysia mencatat kinerja perdagangan terbaiknya, dengan total perdagangan RM2.879 triliun.
Indonesia sendiri, melalui Presiden RI Prabowo Subianto, telah berhasil melakukan negosiasi dengan Presiden AS Donald Trump atas tarif impor.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Meski Kehilangan Istri, Haji Suryo Tanggung Penuh Biaya dan Sekolah Korban Kecelakaan
-
Jaringan Perburuan Gajah Sumatera Dibongkar, Kadiv Humas: 15 Tersangka Diamankan!
-
OTT Pekalongan: 11 Orang Termasuk Sekda Tiba di Gedung KPK, Apa Peran Bupati Fadia Arafiq?
-
JIS Kini Terhubung ke Ancol dan Stasiun KRL, Anies Baswedan: Alhamdulillah
-
Babak Baru Kasus Hasbi Hasan, KPK Laporkan Linda Susanti ke Polda Metro Jaya
-
Duduk di Tengah SBY dan Jokowi, Prabowo Pimpin Silaturahmi dan Diskusi di Istana Merdeka
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Pramono Anung Mau Sikat Terminal Bayangan, Wajibkan 26.500 Pemudik Lewat Jalur Resmi
-
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terkait Outsourcing di Sejumlah Dinas
-
Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres