Suara.com - Warga di sekitar Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, digegerkan dengan kemunculan seekor buaya di aliran Kali Sodetan Sekretaris, tepat di belakang Studio Indosiar, pada Kamis (17/7/2025).
Penampakan predator ini sontak membuat para pemancing yang biasa beraktivitas di lokasi tersebut heboh.
Kejadian ini pertama kali terungkap melalui sebuah video amatir yang direkam oleh seorang warga yang hendak memancing. Dalam video yang dengan cepat menjadi viral itu, nampak kepala seekor buaya muncul ke permukaan air di dekat bantaran kali.
Buaya itu sempat terekam beberapa detik sebelum kembali menyelam dan bergerak ke tengah kali. Dalam video lainnya, buaya tersebut kembali menampakkan diri di pinggir kali dan mengibaskan ekornya hingga menimbulkan cipratan air.
Petugas UPK Badan Air Jakarta Barat, Alex Endrianto, mengonfirmasi kebenaran video dan lokasi kejadian tersebut.
"Itu yang ngerekam warga yang mau mancing, terus divideoin karena melihat ada buaya. Lokasi tepatnya di Kali Sodetan Sekretaris belakang Studio Indosiar," kata Alex Endrianto saat dikonfirmasi sebagaimana dilansir Antara.
Sejumlah pemancing lain yang berada di lokasi juga menjadi saksi mata. Aris (65), yang hampir setiap hari memancing di kali tersebut, mengaku baru kali ini melihat buaya.
"Tadi kelihatan beberapa kali, terus ke arah tengah. Anak-anak juga ramai melihat buayanya muncul," kata Aris.
Ia menduga buaya tersebut terbawa arus saat hujan deras melanda beberapa hari lalu. Ukurannya pun, menurut Aris, tidak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: 52 Kasus Serangan Buaya, 9 Nyawa Melayang: Apa yang Terjadi di Kotawaringin Timur?
"Baru ini aja ada buaya. Mungkin buaya ini terbawa arus saat beberapa hari lalu hujan deras," kata dia.
"Ukurannya lumayan gede kayak pohon pinang. Cuma seekor aja tadi," tambahnya.
Pemancing lainnya, Dila (38), juga mengaku melihat langsung buaya tersebut. Awalnya, ia mengira hewan itu adalah biawak yang memang sering terlihat di sekitar kali.
"Tadi saya pikir awalnya biawak tapi ternyata buaya. Dia di pinggir sini, terus lari lagi. Tapi saya enggak ngerekam," ujarnya.
Berita Terkait
-
Spesifikasi Kijang Buaya, Mobil Toyota Legendaris yang Suku Cadangnya Mudah Didapat
-
20 Bus Bekas Transjakarta Terbakar di Rawa Buaya, Pemprov DKI: Sudah Dijual ke Pemenang Lelang
-
Kebakaran Hebat di Terminal Rawa Buaya, 50 Bus Transjakarta Bekas Ludes Terbakar
-
Kevin Diks Pamit: Ini Bukan Air Mata Buaya
-
52 Kasus Serangan Buaya, 9 Nyawa Melayang: Apa yang Terjadi di Kotawaringin Timur?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Prabowo Sentil Bali Kotor, Gubernur Wayan Koster: Sampah Kiriman dari Luar Daerah
-
Politik Luar Negeri Versi Prabowo: Tak Ikut Blok Mana Pun, Harus Siap Hadapi Dunia Sendiri
-
Kasus Dugaan Penghinaan Suku Toraja Naik Penyidikan, Status Hukum Pandji Tunggu Gelar Perkara
-
Semeru Erupsi Dini Hari, Kolom Abu Capai 700 Meter di Atas Puncak
-
Keluarga Habib Bahar Balik Lapor, Istri Anggota Banser Korban Penganiayaan Dituding Sebar Hoaks
-
Prabowo Minta Kepala Daerah Tertibkan Spanduk Semrawut: Mengganggu Keindahan!
-
Prakiraan BMKG: Awan Tebal dan Guyuran Hujan di Langit Jakarta Hari Ini
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana