"Sumber bibit dan benih (kemenyan yang) berkualitas baik sebagian besar berasal dari hutan alam," papar Greenbury.
"Singkatnya, produksi kemenyan yang berkelanjutan membutuhkan hutan yang lestari," imbuh Direktur Pelaksana Keberlanjutan di Asia Pulp & Paper (APP) tersebut.
Maka berdasarkan pernyataan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tentang hilirisasi kemenyan, Greenbury mengungkap pertanyaan sekaligus harapannya.
"Untuk mengembangkan industri hilirisasi kemenyan yang berkelanjutan, apakah Bapak Wakil Presiden akan mengakhiri perusakan hutan alam?" tanyanya.
Lebih lanjut, Greenbury juga mempertanyakan rencana maupun komitmen Wapres Gibran dalam menjamin perlindungan hutan adat masyarakat lokal.
"Akankah Bapak Wakil Presiden menjamin perlindungan hutan adat masyarakat setempat, dan mendukung masyarakat dalam membangun industri kemenyan yang berkelanjutan berdasarkan kesetaraan dan perlakuan yang adil?" tanyanya.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa pengakuan pemerintah terhadap hutan adat di Indonesia masih sangat minim, yaitu kurang dari 8 persen.
Banyak hutan adat terancam dan dihancurkan, terutama untuk perkebunan kelapa sawit.
Oleh sebab itu, Greenbury ragu merek global sekelas Louis Vuitton atau Gucci akan menerima produk yang berasal dari pelanggaran hak-hak dasar masyarakat.
Baca Juga: Gibran Bongkar 'Oleh-oleh' Prabowo Lawatan 15 Hari ke 6 Negara: Presiden Bawa Kabar Baik
"Akankah Bapak Wakil Presiden mewujudkan janjinya?" pungkas Aida Greenbury.
Menanggapi pernyataan Aida Greenbury, warganet menilai Wapres Gibran salah kaprah dengan makna hilirisasi.
"Kemenyan yang dimaksud adalah dari getah pohon, bukan yang dibakar untuk keramat itu. Jadi itu bukan hilirisasi," sindir akun @margiend***.
Sebagai informasi, hilirisasi adalah proses pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
"Diskusi ini akan nyambung jika disampaikan ke Bapak Ir Kasmudjo karena beliau spesialis hasil hutan non kayu," sahut akun @evalez***.
"Gue yakin sih tuh orang pemahamannya gak sedalam ini. Cuma demen yang heboh-heboh kayak AI dan kemenyan yang terdengar catchy sebagai caper," balas akun @jepunlembay***.
Kontributor : Neressa Prahastiwi
Berita Terkait
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Survei: Publik Disebut Optimistis dengan Pemberantasan Korupsi yang Dilakukan Pemerintah
-
Mencintai Kehidupan dengan Bekerja: Refleksi Almustafa Karya Kahlil Gibran
-
Sang Pengembara: Jejak Sunyi yang Menuntun Manusia Pulang ke Diri Sendiri
-
Sendalu Permaculture, Jembatan Warga Urban Menuju Hidup yang Lebih Sadar
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!