Dalam rilisnya, universitas "menyayangkan pihak-pihak yang telah menggiring beliau (Sofian Effendi) untuk menyampaikan opini yang keliru dan tidak berdasar."
Kalimat ini mengisyaratkan adanya dugaan bahwa Sofian Effendi tidak berbicara murni dari pengetahuannya, melainkan ada pengaruh dari pihak luar.
UGM bahkan menyebut bahwa pernyataan tersebut "akan berdampak hukum dan menjadi risiko bagi Bapak Sofian Effendi secara pribadi."
Di sisi lain, UGM menegaskan posisinya yang netral dalam konflik antara TPUA dengan Joko Widodo.
Sebagai lembaga pendidikan, UGM terikat pada Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik.
Oleh karena itu, UGM hanya akan membuka data yang bersifat publik dan menyerahkan data pribadi jika ada permintaan resmi dari aparat penegak hukum.
Dengan pernyataan tegas ini, UGM berupaya mengakhiri spekulasi yang beredar dan mengembalikan fokus pada data otentik yang mereka miliki, sekaligus menjaga reputasi institusi dari tarikan konflik kepentingan politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!