Suara.com - Drama hukum terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) semakin memanas. Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, tak hanya kembali diperiksa, namun penyidik juga menyita sejumlah barang bukti miliknya untuk mendalami kasus ini.
Setelah diperiksa selama enam jam di Polda Metro Jaya, Senin (21/7/2025), kuasa hukum Dian Sandi, Rio Rama Baskara, mengungkap bahwa penyidik telah menyita barang bukti dari kliennya.
"Ada juga beberapa barang yang sudah disita untuk menguatkan," ujar Rio. Barang bukti yang dimaksud adalah dua buah flashdisk yang berisi dokumen terkait unggahan foto ijazah Jokowi serta materi lain yang dianggap relevan dengan perkara.
Penyitaan ini menandakan keseriusan penyidik dalam mengusut kasus yang telah naik ke tahap penyidikan tersebut.
Dian Sandi sendiri, yang merupakan Ketua DPW PSI NTB, mengaku siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk potensi ancaman hukum. Ia bahkan telah menyiapkan tim kuasa hukum untuk melawan kubu Roy Suryo cs yang dinilainya kerap menyeret namanya.
"Niat saya baik. Saya ingin membela Pak Jokowi. Tetapi di tengah-tengah itu saya juga harus siap dengan semua potensi yang bisa menjerat saya ke depan. Maka saya mempersiapkan kuasa hukum," ujar Dian Sandi.
Ia menegaskan tidak akan gentar dan tetap pada keyakinannya bahwa ijazah Jokowi adalah asli.
"Saya tidak akan mundur sekalipun mereka (Roy Suryo Cs) mau mengintimidasi seperti apa pun. Mereka boleh membahas saya, potensi pidana atau segala macam, lima kali sehari," tegasnya.
Dian Sandi mengaku kerap dijadikan 'kambing hitam' oleh kubu Roy Suryo setiap kali mereka selesai diperiksa polisi.
Baca Juga: Dokter Tifa Sebut Tukang Cetak Ijazah Jokowi dan Pembakar Pasar Pramuka Sudah Ditemukan, Siapa?
"Setiap kali keluar dari pemeriksaan, mereka selalu menyalahkan saya. Tapi itu kan maunya mereka. Saya percaya hukum bisa bekerja dengan baik. Pemeriksaan ini bisa berjalan dan hasilnya pasti presisi," kata Dian.
Seperti diketahui, Dian Sandi adalah sosok yang pertama kali mengunggah foto ijazah Jokowi ke media sosial X pada 1 April 2025. Unggahan inilah yang kemudian dipersoalkan oleh kubu Roy Suryo, yang menuding Dian Sandi menyebarkan gambar yang tidak asli.
"Kalau orang mengunggah suatu gambar yang tidak asli, tapi dikatakan asli, justru itulah yang kena. Salah satu kader partai itu yang seharusnya kena," kata Roy Suryo di Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Dokter Tifa Sebut Tukang Cetak Ijazah Jokowi dan Pembakar Pasar Pramuka Sudah Ditemukan, Siapa?
-
Profil Prof Koentjoro: Dulu Lantang di Petisi Bulaksumur, Kini Minta Sudahi Polemik Ijazah Jokowi
-
Roy Suryo Kantongi 10 Ijazah Pembanding, Kasus Ijazah Jokowi Makin Panas
-
Roy Suryo vs Dian Sandi: Siapa Sebenarnya yang Patut Disalahkan?
-
Farhat Abbas Semprot Roy Suryo Cs Soal Ijazah Palsu Jokowi: Kicauan Bebek-Bebek Desa!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan