Suara.com - Polemik tuduhan ijazah palsu yang dialamatkan kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru yang kian memanas.
Kali ini, pengacara kontroversial Farhat Abbas, yang bertindak sebagai kuasa hukum mantan Wamendes Paiman Raharjo, melontarkan serangan balik yang sangat tajam kepada pihak-pihak yang menyebarkan isu tersebut, termasuk di dalamnya Roy Suryo.
Tidak tanggung-tanggung, Farhat Abbas menyebut para penuduh tersebut sebagai orang-orang nekat yang menyebarkan kebencian tanpa dasar.
Ia juga menganggap logika yang mereka bangun sangat ganjil, di mana pihak yang dituduh justru diminta untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.
Pernyataan keras ini disampaikan Farhat Abbas sebagai respons atas tudingan yang menyeret nama kliennya, Profesor Paiman Raharjo.
Paiman, yang merupakan mantan Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, difitnah terlibat dalam pembuatan atau pencetakan ijazah untuk Jokowi.
Bagi Farhat, tuduhan tersebut tidak hanya salah alamat tetapi juga membuktikan kenekatan para pelakunya.
"Menurut saya, orang-orang yang memfitnah ini bukan hanya orang berani, orang nekat ya, nekat," cetus Farhat dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Cumicumi baru-baru ini.
Pengacara berusia 49 tahun itu secara terang-terangan menunjuk keanehan dalam alur tuduhan yang dilayangkan.
Baca Juga: Roy Suryo Beberkan Bukti Forensik Baru, Sebut Ijazah Jokowi Hancur dan Tunjuk 'Mr. P' Sebagai Dalang
"Minta orang yang difitnah membuktikan, gila nggak itu?" sambungnya.
Dengan gaya bicaranya yang khas, Farhat Abbas merendahkan argumen yang dibangun oleh Roy Suryo dan kawan-kawan.
Ia menganalogikan tudingan-tudingan tersebut tak lebih dari suara gaduh tanpa substansi yang jelas.
Secara sarkastik, ia menyebutnya sebagai kicauan tak berdasar.
"Kecuali kicauan-kicauan, saya bilang bebek-bebek desa yang berkokok, eh berkwek-kwek, tapi tidak punya dasar," ujarnya.
Lebih jauh, Farhat menguraikan pandangannya dari sisi hukum ketatanegaraan.
Berita Terkait
-
Disindir Pura-pura Sakit Tapi Bisa ke Kongres PSI, Pengacara Jokowi Tawarkan Polisi Datang ke Solo?
-
Drama Ijazah Jokowi Babak Baru: Dari Medsos ke Ruang Sidang
-
Kembali Diperiksa, Kader PSI Dian Sandi Ngotot Ijazah Jokowi Asli, Siapa Sebenarnya Pemberi Fotonya?
-
Ternyata Ini Sosok Mr. P! Diduga Otak di Balik Ijazah Palsu Jokowi, Roy Suryo Tunjukkan Bukti Kuat
-
Dokter Tifa Sebut Telah Ada Pengakuan Tukang Pembuat Ijazah Jokowi di Pasar Pramuka
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
Menanti Keputusan April, Akankah Stadion JIS Jadi Lokasi Konser Megah BTS?
-
Buntut Kasus Undip, DPR Akan Evaluasi Total Permendikbudristek Soal Kekerasan
-
Korban Pencurian Malah Jadi Tersangka! Polri Janji Dalami Keluhan Kasus Nabilah OBrien
-
Pusaran Korupsi Fadia Arafiq Seret Suami yang Anggota DPR dan Anak, Begini Respons Golkar
-
Saksi Ahli KPK Justru Sebut Pimpinan KPK Tak Berwenang Tetapkan Gus Yaqut Tersangka, Begini Jelasnya
-
Ungkap Alasan Penahanan Dokter Richard Lee, Polisi: Mangkir Pemeriksaan dan Tak Penuhi Wajib Lapor!
-
Harga Sembako Naik Jelang Idul Fitri? Pemkab Bekasi Akan Gelar Operasi Pasar
-
Perkuat Kemitraan Strategis, UPH Gelar Media Gathering 2026 Bersama Puluhan Media Nasional
-
Investasi Kabupaten Serang Tembus Rp21,5 T, Ratu Zakiyah Diganjar Award Kepala Daerah Inovatif
-
Inovasi Teknologi Canggih Singapore Airlines Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Dunia