Suara.com - Pakar Digital Forensik, Rismon Hasiholan Sianipar menyebut bukti baru yang dipegang pegiat media sosial, Tifauzia Tyassum alias Dokter Tifa sangat berbahaya jika diungkap ke publik. Maksud ucapan Rismon soal bukti yang dipegang oleh Dokter Tifa terkait drama ijazah Jokowi yang kini masih bergulir di kepolisian.
Berdasar pernyataan di akun Youtube milik Refly Harun, Rismon menyebut jika bukti yang dipegang Dokter Tifa terkait ijazah yang diklaim milik alumnus UGM tahun 1985 yang disebut-sebut sangat berbeda dengan ijazah Jokowi.
"Saya baru dengar ternyata dari statement Bu Tifa bahwa ternyata Bu Tifa menemukan ijazah yang tahun 85 dan jauh berbeda dan lebih mirip punyanya Jokowi dengan ijazah apa sarjana muda," ungkap Rismon dalam siniar yang dipantau pada Selasa (22/7/2025).
Menurutnya, bukti yang dimiliki dokter Tifa itu bisa menimbulkan kekacauan jika dibeberkan ke publik.
"Ini kan bahaya ini bisa menimbulkan chaos kalau ini dikeluarkan Bu Tifa," ujarnya.
Dari klaim itu, Rismon turut mewanti-wanti aparat kepolisian agar profesional dalam terkait pelaporan Jokowi yang juga menyeret sejumlah tokoh termasuk Rismon. Lebih lanjut, Rismon mengaku percaya diri alias pede karena mendapat banyak dukungan dari masyarakat.
"Makanya hati-hati polisi ya. Anda kali ini tidak segampang kalian memenjarakan Bambang Tri dan Gus Nur. Kami sudah menemukan banyak teman, banyak kekuatan dan banyak energi terutama dari rakyat juga," ujarnya.
Tak Gentar Lawan Jokowi
Rismon sebelumnya mengaku tidak gentar meski Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus dugaan tudingan ijazah palsu Jokowi ke tahap penyidikan. Pasalnya, dia mengaku telah pasang badan menerima segala konsekuensinya saat berhadapan dengan Jokowi.
Baca Juga: Tak Gentar jika Tersangka? Rismon Sianipar Pasang Badan: Lawan Jokowi Harus Terima Risiko
"Ini kan namanya risiko yang sudah diperkirakan lah. Kalau kita melawan Joko Widodo ya tentu ini risiko yang harus dihadapi," ungkap Rismon dalam siniar di akun Youtube REFLY HARUN KEREN yang dipantau pada Selasa.
Dia pun mengaku tidak kaget jika status kasus yang kini membelitnya itu telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Jadi bukan apa namanya bukan sesuatu yang surprise banget. Kejutan-kejutan ini kan sudah di apa ya dikalkulasi," ujarnya.
Alumnus Fakultas Teknik UGM itu mengaku sudah memikirkan risiko yang akan ditempuh terkait tudingannya yang menyebut Jokowi berijazah palsu.
"Kalau hal ini tidak dikalkulasi ya tentu lebih baik tidur di rumah. Enggak usah apa memperjuangkan ini gitu," ujarnya.
Lebih lanjut, Rismon juga menyebut 'kuku' Jokowi masih kuat mencengkram di pemerintahan meski sudah tidak lagi berkuasa sebagai presiden. Bahkan, dia menuding jika Jokowi masih bisa mengendalikan institusi penegakan hukum.
"Jadi memang Jokowi ini masih kuat ya. Jokowi ini masih powerful khususnya di apa? Penegakan hukum di Indonesia. Jadi bagi kami, bagi sayalah dulu semoga perjuangan ini tidak sia-sia ya," ujarnya.
Berita Terkait
-
Tak Gentar jika Tersangka? Rismon Sianipar Pasang Badan: Lawan Jokowi Harus Terima Risiko
-
Heboh Tudingan Prabowo, Cuitan Lawas Akun Gerindra 'Pembuat Hoax Terbaik Adalah Penguasa' Viral Lagi
-
Trending! Tuduh Demo Indonesia Gelap Didanai Koruptor, Prabowo Malah Buka Aib Sendiri?
-
Tabuh Perang? Prabowo Diminta Waspada usai Sebut Gerakan Sipil Didanai Koruptor: Hati-hati di Jalan
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
Terkini
-
Geger Ledakan di Galian Pipa Fatmawati! Kabel Listrik Tersambar, Wajah 2 Pekerja Luka Bakar
-
Mendagri Larang Kepala Daerah Rekrut Honorer Baru: Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Cuma Jadi Beban!
-
Ngeri! Detik-detik Ledakan di Fatmawati Jaksel, Wajah Dua Pekerja Terluka
-
Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman Listrik
-
Jelang Vonis, Tim Advokasi Minta Sidang Militer Kasus Andrie Yunus Dihentikan
-
Pemprov Jateng Raih WTP 15 Kali Beruntun, Bukti Nyata Akuntabilitas Anggaran
-
Transjabodetabek Tak Mungkin Bertahan di Tarif Rp 3.500
-
Prabowo Didesak Segera Ganti Menteri Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa
-
Biar Hemat Gizi Terjamin, DPR Desak Dapur MBG Berbasis Sekolah
-
Wacana '98 Jilid 2' Dinilai Bisa Terjadi Jika Kepercayaan Publik Terus Merosot