Suara.com - Pakar digital forensik, Rismon Hasiholan Sianipar mengaku tidak gentar meski Polda Metro Jaya telah meningkatkan status kasus dugaan tudingan ijazah palsu Jokowi ke tahap penyidikan. Pasalnya, dia mengaku telah pasang badan menerima segala konsekuensinya saat berhadapan dengan Jokowi.
"ini kan namanya risiko yang sudah diperkirakan lah. Kalau kita melawan Joko Widodo ya tentu ini risiko yang harus dihadapi," ungkap Rismon dalam siniar di akun Youtube REFLY HARUN KEREN yang dipantau pada Selasa (22/7/2025).
Dia pun mengaku tidak kaget jika status kasus yang kini membelitnya itu telah ditingkatkan ke tahap penyidikan.
"Jadi bukan apa namanya bukan sesuatu yang surprise banget. Kejutan-kejutan ini kan sudah dikalkulasi," ujarnya.
Alumnus Fakultas Teknik UGM itu mengaku sudah memikirkan risiko yang akan ditempuh terkait tudingannya yang menyebut Jokowi berijazah palsu.
"Kalau hal ini tidak dikalkulasi ya tentu lebih baik tidur di rumah. Enggak usah apa memperjuangkan ini gitu," ujarnya.
Lebih lanjut, Rismon juga menyebut 'kuku' Jokowi masih kuat mencengkram di pemerintahan meski sudah tidak lagi berkuasa sebagai presiden. Bahkan, dia menuding jika Jokowi masih bisa mengendalikan institusi penegakan hukum.
"Jadi memang Jokowi ini masih kuat ya. Jokowi ini masih powerful khususnya di apa? Penegakan hukum di Indonesia. Jadi bagi kami, bagi sayalah dulu semoga perjuangan ini tidak sia-sia ya," ujarnya.
Rismon juga mengaku alasannya tidak gentar melawan Jokowi karena kekinian dia mendapatkan banyak dukungan dari sejumlah tokoh.
"Toh juga saya dalam perjuangan ini menemukan banyak teman. Banyak teman-teman satu perjuangan yang tidak bisa saya temukan kalau perjuangan ini tidak saya apa namanya jalankan gitu," ungkapnya.
Baca Juga: Heboh Tudingan Prabowo, Cuitan Lawas Akun Gerindra 'Pembuat Hoax Terbaik Adalah Penguasa' Viral Lagi
Naik Penyidikan
Seperti diketahui, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi telah mengumumkan bahwa laporan Jokowi terkait dugaan pencemaran nama baik dan fitnah telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah ditemukan adanya unsur pidana.
“Ada satu LP terkait dugaan pencemaran nama baik atau fitnah sebagaimana diatur dalam Pasal 310, 311 KUHP dan UU ITE. Laporan itu dibuat oleh saudara IR HJW,” ujar Kombes Ade Ary kepada wartawan, Jumat (11/7/2025).
Selain laporan dari Jokowi, ada lima laporan lain terkait dugaan penghasutan yang juga telah ditarik ke Polda Metro Jaya dan sebagian besar telah naik ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi, termasuk dr. Tifauzia Tyassuma (dr. TT), juga telah diperiksa dalam proses ini.
Berita Terkait
-
Pede Bebas Penjara, Terkuak Alasan Tom Lembong Ajukan Banding: Tak Sudi Dicap Sebagai Koruptor
-
Heboh Tudingan Prabowo, Cuitan Lawas Akun Gerindra 'Pembuat Hoax Terbaik Adalah Penguasa' Viral Lagi
-
Trending! Tuduh Demo Indonesia Gelap Didanai Koruptor, Prabowo Malah Buka Aib Sendiri?
-
Eks Pimpinan KPK Ketawa Dengar Vonis 'Kapitalis' Tom Lembong: Lama-lama Hakim Bisa Hukum Prabowo
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!
-
Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas
-
Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper