Ia membayarkan dana tersebut sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen negara dalam memberikan perlindungan maksimal bagi setiap tenaga kerja Indonesia, di manapun mereka berada.
Setibanya di kediaman orang tuanya di Pekon Banyumas, suasana haru tak terbendung. Tangis bahagia Neni dan keluarganya pecah, mengakhiri masa-masa penuh kecemasan.
Kehadiran Bripka Sukadi di tengah-tengah mereka menjadi simbol bahwa aparat kepolisian bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pelindung dan pengayom masyarakat hingga ke level akar rumput.
Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, melalui Kasi Humas Polres Pringsewu, AKP Priyono, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi yang solid ini. Kehadiran negara, menurutnya, harus dirasakan secara nyata.
“Kami dari Polres Pringsewu mengapresiasi semua pihak yang peduli terhadap keselamatan dan hak-hak warga kami, khususnya saudari Neni Rita Sari. Kehadiran personel kami, termasuk Bripka Sukadi, merupakan bentuk kehadiran negara dalam mendampingi dan melindungi masyarakat yang mengalami kendala hukum maupun sosial di luar daerah,” ujar AKP Priyono.
Pihak kepolisian juga memberikan imbauan keras kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang hendak merantau, agar selalu waspada.
Penting untuk memastikan legalitas penyalur kerja dan memahami kontrak secara detail agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan hak-hak pekerja selalu terlindungi oleh hukum.
Berita Terkait
-
7 Rekomendasi Film dan Drama Korea Thriller Berlatar Apartemen, Wall to Wall Trending di Netflix
-
Novel The Housekeeper and The Professor: Ketika Angka Menjadi Bahasa Kasih
-
Membangun Hubungan Sehat dengan Diri Lewat Buku The Art of Self Talk-ing
-
54 Ilustrator Indonesia Unjuk Karya di Pameran Terasi 2025
-
Rekam Jejak Humaira Asghar Ali, Aktris Pakistan yang Tewas Membusuk Berbulan-bulan di Apartemen
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim