Suara.com - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa tidak ada rencana moratorium terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, pembangunan IKN sudah berjalan sesuai dengan tahapan dan perencanaan yang ditetapkan sebelumnya.
Apalagi, pengerjaan mega proyek membangun kota megah tak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Setahu saya nggak ada moratorium ya. Gini, membangun IKN itu kan sudah ada time schedule. Sudah ada perencanaannya, tahapannya sudah ada," kata Bahlil di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2025).
"Itu aja yang dijalankan, yang namanya membangun suatu kota negara itu kan tidak secepat dan tidak waktu yang 5 tahun,” lanjutnya.
Pernyataan itu disampaikan merespons usulan moratorium pembangunan IKN yang sempat dilontarkan oleh Partai NasDem.
Terkait usulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkantor di IKN demi mempercepat pembangunan, Bahlil tak mempersoalkannya.
Menurut dia, semua pihak berhak mengusulkan sesuatu dalam negara demokratis.
"Kita silakan saja, namanya saja usulan kan semuanya boleh mengusulkan, namanya usulan semuanya bisa. Pak Presiden kan orangnya demokratis, dan akan dilihat mana yang terbaik untuk rakyat bangsa dan negara," ujarnya.
Baca Juga: Bahlil Beberkan Alasan Upacara HUT ke-80 RI di Jakarta Bukan di IKN: Kita Kemarin di Sana Terbatas
Ketika ditanya kemungkinan Golkar sepakat dengan usulan tersebut, Bahlil menegaskan posisi partainya yang berada di barisan pendukung pemerintah.
"Kalau Golkar, kalau kita kan partai pendukung pemerintah, apa yang diputuskan oleh pemerintah, ya kita dukung," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong Peran Perempuan Usai Raih Penghargaan
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah untuk Hadapi Tantangan Global
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos