Suara.com - Kolaborasi erat antara akademisi, industri, dan pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasi pengembangan daerah. Kali ini, Kabupaten Sukabumi menjadi saksi bisu kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk "Akselerasi Pengembangan Daerah dengan Industrialisasi Atsiri".
Inisiatif ini digagas oleh Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar, seorang akademisi dari Program Pendidikan Vokasi, dan didanai penuh oleh program tersebut sebagai wujud nyata dukungan terhadap potensi ekonomi lokal. Kegiatan ini secara spesifik berfokus pada potensi besar minyak atsiri sebagai motor penggerak ekonomi. Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar, melalui program pengabdian masyarakat ini, berupaya menjembatani kesenjangan antara potensi sumber daya alam, pengetahuan akademis, dan kebutuhan pasar yang relevan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi).
Sinergi Tiga Pilar untuk Sukabumi Lebih Maju: Peran Vokasi dalam Menjawab Kebutuhan DuDi. Program ini merupakan cerminan nyata dari fungsi strategis pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan DuDi. Sinergi yang kuat terjalin antara Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, 10 kelompok tani yang menjadi tulang punggung produksi lokal, serta PT Esa Agrihulu Lestari sebagai perwakilan pihak perusahaan yang siap mengolah dan memasarkan produk atsiri.
Pertemuan ketiga pilar ini menjadi kunci utama dalam merumuskan strategi pengembangan yang komprehensif dan berkelanjutan, memastikan bahwa pengetahuan yang diberikan sesuai dengan standar industri.
PT Esa Agrihulu Lestari memainkan peran sentral sebagai fasilitator utama. Mereka tidak hanya berbagi wawasan tentang kebutuhan pasar, tetapi juga memberikan bantuan mesin dan permodalan yang krusial bagi para kelompok tani untuk meningkatkan kapasitas produksi. Lebih lanjut, PT Esa Agrihulu Lestari juga memberikan jaminan pembelian produk minyak atsiri dari petani, menciptakan kepastian pasar yang sangat dibutuhkan.
Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini. "Kabupaten Sukabumi memiliki potensi luar biasa dalam produksi tanaman atsiri. Dengan pendampingan dari akademisi Vokasi dan dukungan industri yang komprehensif dari PT Esa Agrihulu Lestari, kami optimis sektor ini dapat berkembang pesat, meningkatkan pendapatan petani, dan menciptakan lapangan kerja baru yang terampil," ujarnya.
Dari Hulu ke Hilir: Mendongkrak Nilai Tambah Melalui Keterampilan Vokasi. Kegiatan ini meliputi serangkaian lokakarya dan pelatihan yang membekali para petani dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir, mulai dari teknik budidaya yang efisien, proses ekstraksi minyak atsiri yang berkualitas tinggi, hingga strategi pemasaran produk yang adaptif dengan pasar. Peran serta PT Esa Agrihulu Lestari menjadi krusial dalam memberikan gambaran mengenai standar kualitas yang dibutuhkan pasar global serta peluang penyerapan produk atsiri dari petani lokal, memastikan bahwa lulusan vokasi dan pelatihan yang diberikan selaras dengan standar operasional DuDi.
"Kami tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah produk melalui pendekatan vokasional," jelas Bintang Mukhammad Burhanudin Akbar.
"Dengan industrialisasi atsiri, kami berharap produk petani Sukabumi tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dalam bentuk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti produk turunan minyak atsiri yang siap diserap oleh PT Esa Agrihulu Lestari."
Baca Juga: BRI Hadir untuk UMKM: Cerita Sukses Renaco dari Dapur ke Digital
Ini menunjukkan bagaimana pendidikan vokasi membekali individu dengan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan untuk mendongkrak ekonomi.
Dampak Positif dan Harapan ke Depan: Vokasi sebagai Penggerak Pembangunan Daerah. Diharapkan, kegiatan ini akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sukabumi, khususnya di sektor pertanian. Dengan adanya jaminan pasar dari PT Esa Agrihulu Lestari, bantuan mesin dan permodalan, serta peningkatan kapasitas petani yang terampil berkat sentuhan vokasi, industrialisasi atsiri diharapkan dapat menjadi model pengembangan daerah yang sukses dan berkelanjutan, serta dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.
Program Pendidikan Vokasi berkomitmen untuk terus mendukung inisiatif serupa yang berkontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Kolaborasi "triple helix" ini, dengan fungsi vital vokasi dalam menjembatani kebutuhan DuDi dan masyarakat, diharapkan dapat terus berlanjut dan menghasilkan inovasi-inovasi baru demi akselerasi pembangunan daerah di masa mendatang. ***
Berita Terkait
-
BRI Hadir untuk UMKM: Cerita Sukses Renaco dari Dapur ke Digital
-
BRI Perkuat UMKM Lewat Penyaluran KUR Rp83,88 Triliun
-
Strategi Mendorong Ekosistem UMKM Lewat Jejaring dan Kolaborasi Alumni
-
WE Finance Code Diterapkan di Indonesia, Arah Baru Pembiayaan UMKM Perempuan
-
Bank Jakarta Gandeng APKLI Perjuangan, Perluas Akses Layanan Keuangan UMKM dan PKL
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo