Sementara itu, ada netizen yang menuliskan beberapa poin yang menurutnya janggal.
"Pertama, semua yang hadir pake Almamater UGM kehutanan, kenapa Pak Jokowi tidak pakai Almamater?. Kedua semua alumni yang ikut Reunian, pakai ID CARD NAMA, logikanya, masa pada lupa nama-nama temen satu angkatan selama lims tahun bersama?" tulisnya.
"Ketiga reuniannya terkesan settingan, di tengah bergulirnya tudingan Ijazah palsu. Ke-empat, Kenapa tidak ada satupun grup sekolah WA dari SD hingga kuliah?. Kelima Apakah cuman nama Dosen Pak Kasmudjo saja yang ingat, atau gak ada ingat sekalipun minimal tiga sampai empat nama Dosen pada mata kuliah favorit bapak," sambungnya.
Si netizen juga menyinggung perihal ijazah asli.
"Antara KKN, PROPOSAL, SKRIPSI dan IJAZAH asli (wisuda) itu SALING BERKAITAN ERAT Pak, tidak bisa dipisahkan oleh apapun. Ngerusak akal Sehat, STNK motor choper aja dipamerin, masa IJAZAH yang lebih membanggakan seakan aib," paparnya.
Sosok misterius
Bukan hanya itu, ada pula sosok misterius yang bikin bertanya-tanya.
Ada netizen yang penasaran dengan pria bertopi yang masuk menjadi angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM.
Pasalnya pria itu bukan orang asing melainkan seorang wartawan dadakan yang sering ada di rumah Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Curhat soal Ijazah Palsu di Reuni UGM: Ini Nggak Masuk Logika!
"Itu yang pake topi Bambang, yang katanya wartawan Jokowi tiba-tiba ada di barisan alumni," komentar netizen.
Bukan hanya satu netizen ini saja, bahkan ada akun Instagram @kelakarpolitik yang mempertanyakan dan memberikan bukti tentang sosok itu.
"Baru sadar ternyata bapak-bapak yang suka nangkring buat jadi wartawan dadakan di rumah Pak Mul, alumni UGM Fakultas Kehutanan juga toh," komentarnya.
Sontak dugaan reuni settingan semakin kuat dari publik yang tak langsung percaya hal itu.
"Apa karena kehabisan stok figuran? Jadi pakai yang ada aja gitu?" celetuk akun itu lagi.
Seperti diketahui, Jokowi sendiri sudah menampik tudingan ijazah sarjananya palsu. Dia memastikan bahwa pernah menempuh pendidikan bangku kuliah sampai lulus di UGM.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Berita Terkait
-
Jokowi Sudah Reuni Masih Diserang, Projo 'Menyerah': Mau Dibuktikan Kayak Gimana Lagi?
-
Geger Tudingan 'Orang Besar' Jadi Dalang Ijazah Palsu, Andi Arief: Pak Jokowi Serius Menuduh Biru?
-
Roy Suryo Sorot 3 Kejanggalan Jokowi Hadiri Reuni UGM: Kayak Pejabat, Bukan Teman Angkatan
-
Silfester Matutina Sebut 'Partai Biru' Dalang di Balik Isu Ijazah Jokowi: Roy Suryo Cuma Pion
-
Skakmat Penuduh dengan 'Ancaman' ke Satu Angkatan, Jokowi: Ijazah Saya Palsu? Kalian Semua Bisa Kena
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung