Suara.com - Joko Widodo (Jokowi) menuding adanya 'orang besar' dengan agenda politik tersembunyi di balik kasus dugaan ijazah palsu yang terus menyerangnya. Pernyataan ini sontak memanaskan suhu politik dan memicu pertanyaan besar, siapa sebenarnya sosok 'dalang' yang dimaksud oleh mantan presiden itu?
Tudingan tersebut dilontarkan Jokowi langsung dari kediamannya di Solo. Ia mengaku memiliki firasat kuat bahwa serangan terhadap riwayat pendidikannya bukanlah sekadar isu biasa.
“Kan saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan. Artinya memang ada orang besar ada yang mem-back up, ya itu saja,” ujar Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Jumat (25/7/2025).
Meski Jokowi tidak menyebut nama, spekulasi publik liar mengarah ke 'partai biru', sebuah sebutan yang identik dengan Partai Demokrat.
Namun, putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep, buru-buru menepisnya. “Sebenarnya kan kalau yang saya lihat, ketika Bapak (Jokowi) berbicara, kan tidak ada menuduh yang ‘Partai Biru’,” kata Kaesang di Kantor DPP PSI, Senin (28/7/2025).
Merasa namanya terseret, Partai Demokrat pun meradang. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Demokrat, Jansen Sitindaon, meluapkan amarahnya dan menantang pihak-pihak yang menyebar tudingan tersebut untuk berbicara terang-terangan.
"Kalau memang ada, jangan lagi menuduh dengan simbol dan samar-samar di ruang publik. Tuding dan sebutkan saja langsung dengan nama terang, misal: “bahwa Demokrat terlibat dibelakang ijazah Jokowi ini”. Jangan banci," semprot Jansen melalui akun X-nya, dikutip Rabu (30/7/2025).
Jansen menegaskan, tudingan yang mengaitkan partainya dengan isu ini tidak masuk akal, sebab hingga kini tidak ada satu pun kader Demokrat yang diperiksa polisi terkait kasus tersebut. "Faktanya, sampai saat ini tidak ada satupun kader Partai Demokrat ikut diperiksa di perkara ijazah Jokowi. Itu maka jika ada yang mengkaitkannya dengan Demokrat, gila namanya itu. Atau lagi mabuk," tegasnya.
Ironisnya, menurut Jansen, Demokrat justru berada di pihak yang meyakini keaslian ijazah Jokowi. Ia bahkan membeberkan kesaksian langsung dari mantan Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM tahun 1984, Ibu Chandra, yang ia temui.
Baca Juga: CEK FAKTA: Erick Thohir Minta Polisi Hentikan Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Benarkah?
"Beliau jawab: “benar. Pak Jokowi memang kuliah dan lulus dari Fak Kehutanan UGM. Saya kenal beliau kok dan ketika kuliah dulu pak Jokowi memang orangnya pendiam”," tulis Jansen, menirukan ucapan Ibu Chandra.
Berdasarkan kesaksian itu, Jansen menilai polemik ini seharusnya sudah selesai. "Karena memang benar beliau kuliah dan lulus dari Fak Kehutanan UGM," tegasnya.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Erick Thohir Minta Polisi Hentikan Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Benarkah?
-
Geram Dituduh Mainkan Isu Ijazah, Jansen Demokrat Ungkap Kesaksian Eks Ketua Senat Kehutanan UGM
-
Sosok J Bakal Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, Dokter Tifa Ingatkan Kondisi Kesehatan Jokowi
-
Demokrat Ngamuk, Roy Suryo Sebut Isu 'Partai Biru' Bikin Banyak Musuh: Jokowi Bisa Tambah Stres!
-
Rentetan Peristiwa Ganjil di UGM, Roy Suryo Bongkar Dugaan Manuver di Balik Polemik Ijazah Jokowi
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Risiko Matahari Kembar di Tubuh Polri, Mengapa Kapolri Pilih Mundur Ketimbang Jadi Menteri?
-
Aktivis 98 Kritik Pernyataan 'Titik Darah Penghabisan' Kapolri: Siapa yang Mau Dihadapi?
-
Geger! Jutaan Dokumen Rahasia Jeffrey Epstein Dirilis, Nama Donald Trump Muncul 5.300 Kali
-
Diterpa Isu Reshuffle, Pratikno Tegas Bantah Siapkan Surat Pengunduran Diri
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi