Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian khusus terhadap penyelesaian konflik di Gaza, Palestina. Kepala negara turut membahas persoalan tersebut dalam Sidang Kabinet Paripurna, Rabu (6/8/) kemarin.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memaparkan apa saja yang menjadi arahan Prabowo kepada jajaran Kabinet Merah Putih dalam rapat 3,5 jam di Kantor Presiden, Jakarta.
Pertama, Prabowo menyampaikan bahwa netralitas Indonesia dalam kancah percaturan global sangat dihargai dan mendapatkan dihormati sangat tinggi di dunia internasional.
Prabowo kemudian menyampaikan tentang kondisi Gaza terkini, di mana tengah dilakukan upaya gencatan senjata oleh banyak pihak. Indonesia turut diminta mengambil peran dalam melakukan upaya damai.
Hasan mengatakan pihak-pihak yang sedang mengusahakan gencatan senjata di Gaza imeminta Indonesia untuk terlibat dan mengirimkan pasukan perdamaian, buka gencatan senjata di Gaza berhasil dilakukan.
Permintaan tersebut kemudian mendapat respons dari Prabowo. Ia menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian di Gaza.
"Presiden kemarin menyampaikan bahwa Indonesia siap untuk mengirimkan pasukan perdamaian atau peacekeeper ke Gaza untuk menjaga perdamaian, sama seperti yang kita lakukan di Lebanon," kata Hasan di kantor PCO, Gedung Kwarnas, Jakarta Pusat, Kamis (7/8/2025).
Selain mengirimkan pasukan perdamaian, dalam arahannya di Sidang Kabinet Paripurna, Prabowo turut menyampaikam kesiapan pemerintah Indonesia untuk terlibat juga dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Palestina.
"Jadi presiden meminta Menteri Pertahanan kemarin untuk menyiapkan dua buah Hercules untuk terlibat dalam operasi airdrop. Jadi menurunkan bantuan pangan, bantuan untuk para warga Gaza dari udara," ujar Hasan.
Baca Juga: Senyum Semringah Jay Idzes di Sesi Latihan Venezia, Kode Pamit ke Torino
"Jadi Indonesia juga selain akan mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza juga akan terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan via udara. Jadi disiapkan dua Hercules untuk mendrop bantuan pangan," sambung Hasan.
Prabowo menyampaikan arahan agar Indonesia dapat memberikan bantuan pengobatan untuk sekitar 2.000 warga Gaza yang menjadi korban perang, baik yang luka-luka karena terdampak ledakan bom, terkena reruntuhan bangunan, dan lainnya.
"Rencananya disiapkan pusat pengobatannya nanti di Pulau Galang karena di Pulau Galang terdapat fasilitas rumah sakit, termasuk juga fasilitas-fasilitas pendukung lainnya yang bisa untuk mengembati sekitar 2.000 warga Gaza. Termasuk juga nanti untuk menampung keluarga yang mendampingi korban-korban perang ini," tutur Hasan.
Lebih lanjut, Hasan menegaskan bantuan pengobatan untuk warga Gaza yang menjadi korban perang merupakan kegiatan kemanusiaan. Hasan menjelaskan bahwa pengobatan tersebut nantinya dipusatkan di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.
"Ditempatkannya di Pulau Galang, tempat yang terpisah dari warga yang bermukim di pulau-pulau lainnya. Karena di sana juga dulu pernah tempat pengungsian, juga pernah untuk pusat penanganan Covid," kata Hasan.
"Jadi, sebenarnya kalau dalam sisi keamanan dan kenyamanan warga itu bisa manageable, sangat manageable kalau disana," sambung Hasan.
Hasan menegaskan upaya bantuan pengobatan korban perang di Pulau Galang tersebut bukan merupakan upaya evakuasi atau pemindahan warga Gaza. Ia berujar, nantinya warga Gaza yang telah selesai menjalani pengobatan akan kembali ke tanah air mereka.
"Dan ini memang bukan evakuasi ya, ini untuk pengobatan. Jadi nanti setelah sembuh, setelah selesai pengobatan mereka tentu akan kembali lagi ke Gaza. Jadi, bukan memindahkan warga, tapi kita semacam operasi kemanusiaan untuk membantu sebanyak yang kita bisa. Jadi, sejauh ini pemerintah menargetkan bisa membantu pengobatan untuk 2.000 warga Gaza," kata Hasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas