Suara.com - FC Twente kembali membuat langkah strategis di bursa transfer musim panas 2025. Klub Eredivisie asal Enschede itu resmi membawa pulang bek tengah Robin Propper dari Rangers FC.
Kedatangan Propper membuat masa depan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers makin tak menentu.
Direktur Teknik FC Twente, Jan Streuer menjelaskan bahwa kebutuhan memperkuat lini belakang jadi alasan utama pemulangan Robin Propper.
“Propper adalah pemimpin di lini belakang. Dia punya ketenangan dan kualitas yang kami butuhkan saat ini. Kami ingin pertahanan kembali solid, dan Robin adalah sosok yang sangat cocok,” ujar Streuer kepada De Oosttribune, Rabu (7/8/2025).
Sebelum merantau ke Skotlandia, ia menjadi andalan di jantung pertahanan Twente dan membentuk duet tangguh bersama Mees Hilgers.
Kini, keduanya kembali berada dalam satu tim. Namun, masa depan Hilgers justru menjadi perbincangan karena keinginannya untuk hengkang ke luar negeri.
"Mees Hilgers sudah lama mengatakan ingin melangkah ke luar negeri," jelas Streuer.
"Kami mengizinkan, tapi dengan satu syarat: kami harus mendapatkan penggantinya dulu. Itulah sebabnya kami merekrut Stav Lemkin lebih dulu." sambungnya.
Langkah antisipatif ini diambil manajemen agar tidak berada dalam posisi sulit apabila transfer Mees Hilgers terjadi mendadak.
Baca Juga: Gary Rowett Pusing! Ole Romeny Masih Cedera, Oxford United Krisis Pemain
“Kami tidak mau menunggu terlalu lama untuk cari bek baru. Jadi kami beli dulu Lemkin, lalu kita lihat bagaimana situasi Hilgers berkembang,” tegasnya.
Namun, hingga kini, transfer Hilgers belum juga terealisasi. Streuer mengakui bahwa situasi ini justru membuat sang pemain frustrasi.
“Bagi dia, ini sangat menjengkelkan. Dia ingin segera pergi, tapi belum ada kesepakatan yang terjadi,” ujarnya.
Selain sektor pertahanan, perhatian juga tertuju pada sektor sayap.
Eks pelatih Twente, Jan van Staa, mengungkapkan bahwa FC Twente masih membutuhkan winger yang benar-benar bisa memberi dampak signifikan di lapangan.
“Secara jumlah, mereka punya cukup banyak pemain sayap. Tapi yang jadi masalah, beberapa dari mereka belum tampil sesuai ekspektasi,” tutur Van Staa.
Streuer menanggapi dengan diplomatis, “Kami pernah jadi pemain juga. Tidak mudah langsung tampil memukau. Tapi kalau kesempatan sudah datang, seharusnya dimanfaatkan dengan maksimal.”
Berita Terkait
-
Gary Rowett Pusing! Ole Romeny Masih Cedera, Oxford United Krisis Pemain
-
PSV Didesak Fans untuk Rekrut Pemain Timnas Indonesia
-
Selangkah Lagi ke Torino, Jay Idzes Jadi Pemain Timnas Indonesia dengan Gaji Termahal
-
Statistik Mengenaskan Timnas Putri Indonesia saat Dibantai Thailand, 0 Shoot
-
Mengapa Ulsan HD Jatuh Hati pada Pecatan PSSI, Shin Tae-yong?
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung