News / Metropolitan
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 08:29 WIB
Bupati Pati, Sudewo, saat kirab HUT Kabupaten Pati. [Dok. Istimewa]

Suara.com - Sorakan keras menggema di sepanjang rute Kirab Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702 yang digelar di Jawa Tengah pada Kamis (7/8/2025).

Momen tak biasa ini terjadi saat Bupati Pati Sudewo menaiki kereta kencana bersama rombongan dalam acara Kirab Boyongan. Alih-alih disambut meriah, Sudewo justru disoraki ratusan warga yang menyesaki pinggiran jalan.

“Huuu…! Turunkan! Turunkan!” teriak warga dari berbagai penjuru.

Sorakan itu bukan hanya ditujukan kepada Sudewo, tetapi juga kepada Plt Sekda Pati, Riyoso, yang ikut dalam iring-iringan kirab.

Kendati begitu, Sudewo memilih merespons dengan tenang dan hanya melambaikan tangan sambil mengatakan, “Aman-aman.”

Kejadian ini sontak menjadi viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @infodemakraya.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak jelas warga menunjukkan kekecewaannya terhadap Sudewo.

Mereka menyuarakan protes terhadap kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk sektor pedesaan dan perkotaan yang melonjak hingga 250 persen.

"Gara-gara naikkan pajak 250 persen kedua pejabat ini tidak dihormati rakyatnya. Kejadian tak menyenangkan ini dialami Bupati Pati Sudewo dan Plt Sekda Pati Riyoso," tulis akun tersebut.

Menanggapi gejolak tersebut, Bupati Pati Sudewo menjelaskan bahwa kenaikan PBB-P2 hingga 250 persen hanya berlaku pada sebagian kecil objek pajak.

Ia memastikan pemerintah daerah siap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat jika kebijakan ini membebani.

“Kalau dari sisi politik dan sosial ada tuntutan masyarakat, kami akan meninjau ulang. Kami membuka komunikasi, kami siap berkoordinasi dan menyesuaikan jika memang ada yang perlu diturunkan,” ujar Sudewo dalam wawancaranya dengan wartawan.

Polemik kenaikan PBB ini menjadi perhatian besar masyarakat Kabupaten Pati. Tak sedikit warga menilai kebijakan tersebut tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat pasca pandemi dan dampak inflasi nasional. Mereka berharap pemerintah bisa mengambil langkah lebih bijak dengan mendengarkan suara rakyat.

Load More