Suara.com - Sebuah video viral wanita mengamuk di Pengadilan Agama Jepara mendadak viral di media sosial. Video berdurasi 1 menit 39 detik yang diunggah oleh akun TikTok @Saviera1702 itu memperlihatkan seorang wanita marah dan berteriak di dalam ruang pelayanan Pengadilan Agama Jepara.
Dalam kemarahannya, ia menyebut nama Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan pengacara Hotman Paris.
Ketua PA Jepara, Abdul Halim Zailani, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden itu merupakan bentuk kekecewaan sang wanita atas gugatan cerai yang dicabut suami secara sepihak.
Awalnya, suami wanita tersebut mengajukan permohonan ikrar talak ke PA Jepara. Namun, pada sidang kedua, permohonan itu dicabut setelah mediasi dinyatakan gagal.
Ironisnya, sang istri datang terlambat ke persidangan dan tidak mengetahui bahwa suaminya telah mencabut permohonan tersebut.
“Dia tidak terima karena informasi suami ke dia, perkara ditolak, padahal suaminya mencabut perkara,” ujar Abdul Halim, dikutip dari berbagai sumber.
Berikut sejumlah fakta wanita ngamuk di Pengadilan Agama Jepara.
1. Emosi dan Teriak-teriak
Video viral wanita mengamuk di Pengadilan Agama Jepara itu memperlihatkan ekspresi emosi tinggi dari seorang perempuan yang mengelilingi kantor pengadilan sambil berteriak.
Ia menyampaikan keberatannya atas hasil persidangan sambil menyebut nama tokoh-tokoh nasional. Video itu dengan cepat menyebar luas di TikTok dan membuat publik bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di balik kejadian tersebut.
2. Tak Terima Gugatan Cerai Dicabut Suami
Penyebab utama kemarahan wanita itu adalah gugatan cerai yang dicabut suaminya secara diam-diam. Menurut pihak pengadilan, sang suami memutuskan mencabut permohonan cerai atas pertimbangan pribadi, kemungkinan setelah mendapatkan nasihat dari majelis hakim.
Sang istri yang terlambat datang ke sidang merasa tidak diberi informasi jelas, dan hanya mengetahui dari ucapan suami bahwa perkaranya ‘ditolak’, bukan dicabut. Hal inilah yang memicu amarahnya karena merasa tidak dilibatkan dalam keputusan besar tersebut.
3. Minta Ganti Rugi Rp 1 Miliar
Saat mengamuk di kantor pengadilan, wanita itu menuntut ganti rugi hingga miliaran rupiah. Abdul Halim menyebut bahwa wanita itu juga sempat mengancam petugas keamanan dan staf pengadilan.
Berita Terkait
-
Viral Isu Kantor RW di Cikini Digusur Demi SPPG, Ini Fakta Sebenarnya
-
Viral Ketua PBNU Singgung Muhammadiyah dan Marwah Kiai NU, Ini Faktanya
-
Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT