Suara.com - Kisah cinta lintas negara antara seorang wanita asal Pekanbaru, Riau, dengan pria asal Turki menjadi bukti nyata bahwa takdir bisa datang dari tempat yang paling tak terduga.
Keduanya bertemu dan berjodoh dari sebuah aplikasi belajar bahasa. Pernikahan mereka pun viral di media sosial hingga akun Instagram @faszanariamaya menyedot perhatian warganet.
Dalam unggahannya, Maya memperkenalkan pasangannya yang berasal dari Turki. Ia juga membagikan berbagai momen dengan pasangannya yang berasal dari Turki, Hilm Karasin.
Mulai dari awal mula bertemu, menyatakan keseriusan hingga menikah.
"Izinkan kami untuk memperkenalkan diri -
Kadang-kadang rasanya seperti aku bertemu dengan api kembarku,
Di lain waktu, sahabat + kekasih ...
Hampir setiap hari, keduanya.
Seperti bertemu dengan versi laki-laki dari saya, dengan cara yang paling tak terduga," tulis postingan @faszanariamaya dalam bahasa Inggris.
Baca Juga: Mbah Arifin Setia Tunggu Kekasih di Pinggir Jalan Sejak 70an Hingga Meninggal, Kini Dijadikan Mural
Perjalanan cinta mereka tak hanya menyita perhatian karena perbedaan latar belakang budaya dan negara, tetapi juga karena kesederhanaan dan kehangatan yang terlihat.
Maya awalnya berniat sederhana yakni meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris melalui sebuah aplikasi pertukaran bahasa.
Dari proses perkenalan, perjuangan jarak jauh, hingga akhirnya mengikat janji suci dalam pernikahan, keduanya memperlihatkan bahwa cinta sejati dapat melampaui batas geografis mau pun bahasa.
Postingan kisah cinta beda negara itu viral dan sudah ditonton lebih dari ratusan ribu kali. Warganet langsung membanjiri kolom komentar.
Kini, hijabers asal Riau ini melalui akun media sosialnya kerap membagikan kebersamaan dan kemesraan dengan sang suami beda negara itu.
Cerita mereka yang unik dan romantis ini sukses menarik perhatian netizen, memberikan inspirasi bagi banyak anak muda.
Kisah cinta pasangan lintas negara seperti Faszanaria Maya dan Hilm Karasin ini menginspirasi bahwa jodoh adalah rahasia Tuhan.
Teknologi bisa menjadi perantara, namun keseriusan, kepercayaan, dan keberanian untuk melintasi perbedaan adalah kunci utamanya.
Berita Terkait
-
Valentine dengan Cara Berbeda: Inspirasi Cinta Abadi yang Menginspirasi Bersama Havaianas
-
Bukan Sekadar Nilai Tambah: Inilah Standar Baru Kualitas Pengajar Bahasa Inggris yang Diakui Global
-
Kisah Cinta DJ Patricia Schuldtz dan Darma Mangkuluhur Anak Tommy Soeharto
-
Rekam Jejak Percintaan Awkarin, Kini Ditaksir Pria Dubai
-
Kisah Cinta Shandy Aulia, Pernah Gagal Menikah dengan Putra Politikus
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Hujan Lebat Disertai Angin di DIY: 4 Orang Terluka Akibat Atap Ambrol dan Belasan Pohon Tumbang
-
Sentil Banyak Lulusan S3 Jadi Driver Ojol, Rocky Gerung: Negara Dikuasai 'Dealer' Bukan 'Leader'!
-
Kapolri Tegaskan Dukung Penuh Kesejahteraan Buruh: Ini Janji Listyo Sigit untuk Kaum Pekerja!
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Pakai NIK, Cara Mudah Cek Bansos dan Desil DTSEN
-
IHR: Ndarboy Terkejut! IHR Jateng Derby 2026 Diserbu 37.000 Penonton
-
Buron Internasional! Dua Mantan Petinggi PT Pelita Cengkareng Paper Masuk Red Notice Interpol
-
Anggota DPR Dorong 630 Ribu Guru Madrasah Diangkat PPPK Demi Keadilan Pendidikan
-
Geger Data Militer Israel, 1 Tentara IDF Disebut Berstatus WNI di Tengah 50 Ribu Personel Asing
-
Pandu Negeri Soroti Kesejahteraan Guru dari Rumah Masa Kecil Ki Hadjar Dewantara