Suara.com - Kisah seorang tukang jahit di Pekalongan bernama Ismanto yang mendadak ditagih pajak sebesar Rp2,9 miliar viral di media sosial dan memicu perbincangan hangat. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akhirnya buka suara untuk meluruskan duduk perkara yang sebenarnya.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi lengkap mengenai kasus yang viral tersebut. Menurutnya, petugas pajak memang mendatangi kediaman Ismanto, namun tujuannya berbeda dari yang diberitakan.
"Kepala KPP Pratama Pekalongan menegaskan tujuan kedatangan bukan untuk menagih, melainkan memverifikasi data yang ada di sistem DJP," kata Rosmauli dikutip Sabtu (9/8).
Bukan Menagih, Tapi Verifikasi Data
Rosmauli menjelaskan bahwa dalam sistem administrasi pajak, terdeteksi adanya sebuah transaksi senilai sekitar Rp2,9 miliar yang menggunakan identitas Ismanto. Data ini diterima DJP Pusat pada tahun 2021 dan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik Ismanto tercatat dalam transaksi dengan sebuah perusahaan.
Kunjungan petugas KPP Pratama Pekalongan ke rumah Ismanto adalah bagian dari prosedur standar untuk memastikan apakah transaksi fantastis tersebut benar-benar dilakukan oleh yang bersangkutan.
Saat ditemui, Ismanto mengakui bahwa NIK yang tertera dalam dokumen memang miliknya, namun ia dengan tegas membantah pernah melakukan transaksi sebesar itu.
"Saya benar-benar tidak percaya. Saya ini hanya tukang jahit kecil. Motor saja masih kredit, rumah pun tidak punya," ungkap IS seperti yang tertulis dalam keterangan unggahan viral tersebut. "Pendapatan saya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak."
DJP akan Usut Dugaan Penyalahgunaan Identitas
Baca Juga: Rumah Ngontrak, Pajak Rp 28 Miliar: 6 Fakta di Balik Kisah Syok Tukang Jahit Pekalongan
Menanggapi bantahan Ismanto, DJP memastikan tidak akan tinggal diam. Pihak berwenang akan segera melakukan investigasi lebih lanjut untuk menemukan siapa pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas transaksi miliaran tersebut.
"DJP akan menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan identitas ini dan melakukan penelitian terhadap pihak-pihak yang sesungguhnya melakukan transaksi ini," tegas Rosmauli.
Atas kejadian ini, DJP juga memberikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan menjaga kerahasiaan dokumen pribadi seperti KTP dan NPWP agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain.
"Jika menerima surat dari kantor pajak, agar segera melakukan klarifikasi agar tidak terjadi salah paham," katanya.
Berita Terkait
-
Sosok Ahmad Husein, Inisiator Aksi Tolak Kenaikan PBB 250 Persen di Pati
-
Rumah Ngontrak, Pajak Rp 28 Miliar: 6 Fakta di Balik Kisah Syok Tukang Jahit Pekalongan
-
Jangan Gegabah dan Memaksakan Diri: Ini Perbandingan Pajak Mitsubishi Destinator vs Xpander Cross
-
Seres E1 vs BYD Alto 1: Adu Harga, Pajak, dan Spesifikasi, Mana yang Ekonomis?
-
5 SUV 7 Penumpang Alternatif Destinator, Harga Lebih Murah, Pajak Ringan!
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter
-
Pakar Ungkap Alasan Iran Tak Terkalahkan: AS Ingin 'Total Surrender', Iran Balas dengan 'Total War'!
-
Demi Hemat Anggaran, Nyala Lampu dan AC di Gedung DPR Dibatasi hingga Jam 8 Malam
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Donald Trump Blokade Minyak Kuba, Raul Castro Turun Gunung
-
Mendagri-Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Humbahas, Target Perbaikan Rumah di Sumut Naik Drastis
-
Beda Versi TNI dan Polri, Penanganan Kasus Andrie Yunus Dianggap Kental Bernuansa Politis
-
Modus Black Dollar Terbongkar! 2 WNA Liberia Tak Berkutik Diciduk di Meja Makan Apartemen Meruya
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Operasi Senyap Intelijen Iran: 14 Mata-mata AS-Israel Ditangkap di 4 Provinsi